LENTERA.PRESS, Makassar — Upaya membangun generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia kini makin konkret dijalankan oleh UPT SPF SD Negeri Nusa Harapan Permai, Kota Makassar.
Melalui inovasi bertajuk Sajadah (Sedekah Jumat Ibadah), sekolah ini menghadirkan pendekatan pendidikan karakter yang menyentuh aspek spiritual dan sosial secara bersamaan.
Program Sajadah dirancang sebagai gerakan rutin setiap hari Jumat, di mana peserta didik diajak untuk bersedekah sesuai kemampuan.
Kegiatan ini kemudian dikaitkan dengan pembelajaran nilai-nilai agama, empati, kejujuran, dan tanggung jawab dalam suasana yang hangat dan penuh makna.
Tidak sekadar ritual, Sajadah telah menjadi wadah pembinaan karakter yang hidup dan berdampak nyata dalam keseharian anak-anak.
Salah satu kisah inspiratif datang dari Fathir, siswa kelas VI, yang sebelumnya dikenal pemalu dan tertutup. Kini, ia justru menjadi koordinator kegiatan sedekah Jumat.
Tak hanya mengajak teman-temannya ikut berdonasi, Fathir bahkan berani menyampaikan ceramah singkat di kelas.
“Saya merasa senang bisa membantu orang lain. Dulu saya takut bicara di depan, sekarang saya bisa menyampaikan motivasi dan cerita sedekah ke teman-teman,” ujar Fathir dengan penuh semangat.
Kurdi, guru Pendidikan Agama Islam di sekolah tersebut, menuturkan bahwa program ini secara nyata mengubah suasana sekolah menjadi lebih hangat dan religius.
“Anak-anak tidak hanya tumbuh cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan hati yang lembut. Mereka belajar langsung bahwa kebaikan itu membahagiakan,” ujarnya.
Secara psikologis, kegiatan Sajadah selaras dengan teori self-determination, yang menyatakan bahwa kebahagiaan dan motivasi tumbuh dari perasaan bermakna, otonomi, dan keterhubungan sosial.
Dengan bersedekah dan melihat dampaknya bagi orang lain, siswa mengalami pembelajaran nilai secara konkret dan mendalam.
Program ini tidak hanya berlangsung sebagai kegiatan rutin, tetapi dikemas secara kreatif dan kolaboratif. Guru, siswa, hingga orang tua turut terlibat dalam prosesnya. Hasil dari sedekah Jumat digunakan untuk membantu siswa yang membutuhkan, menyumbang ke panti asuhan, atau memberikan bingkisan untuk warga sekitar sekolah.
Dari evaluasi guru, terlihat peningkatan signifikan dalam aspek karakter siswa, terutama dalam hal religiusitas, kepedulian, kejujuran, serta rasa tanggung jawab. Anak-anak menjadi lebih peka terhadap lingkungan sekitar dan lebih berani menunjukkan sikap empati dan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Program Sajadah telah menjadi bukti bahwa pendidikan karakter tidak harus rumit. Dengan pendekatan sederhana namun menyentuh, seperti mengajak anak bersedekah secara rutin dan reflektif, sekolah bisa menjadi tempat tumbuhnya generasi berakhlak mulia yang sadar akan makna memberi dan peduli terhadap sesama.
Inovasi ini kini menjadi salah satu praktik baik dalam penguatan karakter di sekolah dasar, dan diharapkan dapat menginspirasi satuan pendidikan lainnya dalam membangun gerakan karakter yang nyata, berkelanjutan, dan bermakna.
This site definitely has all of the infro I ndeded concerning this subject and didn’t know who to ask. https://Bookofdead34.Wordpress.com