Opini: Catatan Aktivis KAMMI di Milad Ke-52 KNPI

LENTERA.PRESS – KNPI genap berusia 52 tahun. Bagi sebagian orang, ini hanya sekedar angka. Namun bagi kami yang berada di jalur aktivisme mahasiswa, usia ini adalah momen reflektif: sudahkah KNPI menjadi rumah besar bagi gerakan pemuda Indonesia, atau justru tersandera oleh kepentingan kekuasaan?

KNPI didirikan sebagai wadah berhimpunnya organisasi kepemudaan lintas latar ideologi, agama, dan etnis. Ia digagas untuk menyatukan kekuatan muda bangsa agar tidak tercerai-berai. Namun dalam dua dekade terakhir, KNPI justru lebih dikenal karena konflik dualisme kepengurusan bahkan lebih dari itu, agenda politik partisan, dan menjauh dari denyut nadi anak muda akar rumput.

Menurut saya, inilah krisis terbesar KNPI: kehilangan kepercayaan generasi muda karena abai pada substansi perjuangan.

Pemuda, Bukan Pelengkap Seremonial

Di tengah kompleksitas zaman bonus demografi, disrupsi teknologi, dan ketimpangan sosial pemuda Indonesia butuh arah dan ruang aktualisasi. Namun ketika wadah seperti KNPI lebih sibuk dengan dinamika internal dan proyek-proyek instan, maka jangan salahkan jika generasi muda lebih tertarik membangun komunitas digital ketimbang organisasi formal.

Sebagaimana dikatakan Buya Syafii Maarif, “Pemuda itu harus berpikir besar dan tidak terjebak pada permainan kekuasaan yang remeh-temeh.” Kutipan ini terasa relevan hari ini. Banyak pemuda terdidik, tetapi kehilangan wadah pembinaan karakter dan cita-cita luhur.

Sebagai aktivis KAMMI, saya percaya pemuda bukan sekadar usia, tapi keberanian membawa ide, nilai, dan perubahan. KAMMI hadir bukan untuk memperebutkan ruang politik praktis, tetapi menjadi bagian dari ikhtiar intelektual dan sosial untuk membentuk generasi muda yang tangguh secara moral dan visi.

KNPI Harus Reorientasi

Tentu KNPI masih memiliki potensi besar. Ia memiliki jaringan, nama, dan sejarah panjang. Namun itu semua akan menjadi beban masa lalu jika tidak disertai reorientasi peran. KNPI harus kembali ke akar: menjadi forum perjuangan ide, tempat lahirnya pemimpin, bukan sekadar pelaksana proyek.

Ketua Umum PB HMI, Raihan Ariatama, pernah mengatakan, “Gerakan pemuda hari ini tidak butuh popularitas, tapi keberanian untuk menjadi berbeda dan benar.” Spirit inilah yang semestinya dihidupkan dalam tubuh KNPI, agar tidak sekadar jadi replika kekuasaan, tapi benar-benar suara nurani generasi muda.

Pemuda Adalah Masa Kini

Pemuda bukan sekadar masa depan, tapi masa kini yang harus dilibatkan. KNPI bisa menjadi simpul strategis perubahan, jika berani berbenah dan membuka diri. Kolaborasi dengan gerakan-gerakan independen seperti KAMMI, HMI, PMII, GMNI, IMM, KMHDI, PMKRI, GMKI, HIKMAHBUDHI, LMND, PII, HIMA PERSIS dan lainnya harus dibangun di atas kesetaraan dan cita bersama.

Jika tidak, maka pemuda akan mencari jalannya sendiri. Sebab zaman tidak menunggu. Sebagaimana pesan Rasulullah ﷺ:

“Tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan Allah di hari tiada naungan selain dari-Nya, salah satunya adalah pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Tuhannya.” (HR. Bukhari-Muslim)

KNPI harus menjadi bagian dari pembinaan pemuda seperti ini yang bertakwa, berilmu, dan berani mengambil peran.

Milad KNPI ke-52. Semoga tidak hanya merayakan usia, tapi juga menata ulang arah perjuangan.

catatan ini semoga menjadi refleksi buat bapak dari Cipayung Plus Khususnya karena penulis merupakan bagian dari OKP yang tergabung sebagai aktivis yang menjunjung tinggi nilai perjuangan khususnya mengawal kebijakan pemerintah yang jauh dari harapan rakyat.

Di Kondisi negara yang carut marut dengan kebijakanya, kritikus dari parlemen jalanan semakin sepi dan cenderung masuk dalam lingkaran pemerintahan, yang berselingkuh dengan kekuasaan jelas dan bisa dipastikan akan tiarap dengan idealismenya.

Maka peran dari pemuda saat ini sangat dibutuhkan olehnya penulis memberikan catatan ini dalam bentuk opini agar menjadi atensi bukan untuk mencari panggul tapi murni keresahan melihat Organisasi yang harus nya jadi pelopor OKP.

Oleh: Muh Imran, Aktivis KAMMI | Pemerhati Gerakan Pemuda dan Kebijakan Publik

One thought on “Opini: Catatan Aktivis KAMMI di Milad Ke-52 KNPI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *