Opini: KAMMI dibawa Kepemimpinan Ahmad Jundi Khalifatullah

LENTERA.PRESS – KAMMI dengan filosofi gerakan yang sangat dalam tafsir kontribusinya terhadap Agama, Bangsa, dan Negara, dengan visi “KAMMI adalah wadah perjuangan permanen yang melahirkan kader-kader pemimpin dalam upaya mewujudkan bangsa dan negara Indonesia yang Islami” jelas bahwa tafsir visi sangat mewakili keresahan bahwa kita Pesimis melihat kondisi bangsa dengan pejabat-pejabatnya korup sangat relate dengan visi gerakan yang akan menjadi pabrik pemimpin masa depan bangsa.

Ironisnya kondisi KAMMI hari Ini di usia produktif dalam gerakan kaderisasi merosot karena kelakuan Elit PP KAMMI hari ini di bawa kepemimpinan Ahmad Jundi Khalifatullah, sangat miris dengan pencapaian kaderisasi senasional hanya sampai pada Angkat 5 %presentasi kaderisasi di Rakornas Palembang 2 Mei 2025.

yang lebih bobrok lagi pasca Rakornas Palembang, tidak lama kemudian ada pemecatan Sekjen PP KAMMI Muhammad Amri, dengan nomor : 078/SK/KU/-i/KAMMI/V/2025 tertanggal 14 Mei 2025 yang cacat secara materiil dan formil alasan dan pelanggaran yang jelas yang memperlihatkan ketidak bijaksanaan Ketua Umum sehingga membuat kegaduhan sampai di Akar  Rumput yang berdampak banyak pertanyaan dari kader soal ada apa dengan sekjen PP sehingga dipecat oleh ketua?

Kesewenangan tersebut sangat jauh dari nilai prinsip gerakan KAMMI bahwa Persaudaraan adalah Watak Muamalah KAMMI, sebagai kader sangat miris melihat kelakuan impulsif kedepan perlu menjadi catatan kritis organisasi.

Melihat secara visi sangatlah luar biasa sebagai gerakan mahasiswa yang memiliki prinsip gerakan yang sangat matang sebagai instrumen dalam bergerak mengawal pemerintahan sejak era Reformasi tahun 1998.

Kondisi hari ini sangat jauh dari prinsip gerakan setelah ketua umum di jatuhkan sanksi skorsing berdasarkan surat keputusan Majelis Permusyawaratan Pusat (MPP) KAMMI, nomor: 002/P/MPP-KAMMI/VI/2025 tertanggal 10 Dzulhijjah 1446 H/ 10 Juni 2025 terhadap Ketua Umum terbukti secara sah dan meyakinkan Permusyawaratan Pusat;

yang ironi di balik skorsing sekitar 60 hari lamanya untuk pembinaan untuk menjaga kondusifitas gerakan tapi banyak kritikan kembali oleh kader di beberapa daerah karena Ketua Umum tetap jalan dengan jabatan sebagai Ketua Umum karena di beberapa agenda hadir sebagai Ketua Umum seperti di Kongres GMNI di bandung, Joging bersama Ketua Cipayung Plus dengan Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar yang dikenal Cak Imin dan juga surat Audiensi dan Silaturahmi ke Sekretaris Jenderal DPD RI Nomor surat: 105/PH/KU-e/KAMMI/VI/2025, yang dikeluarkan 29 Juni 2025, dan dalam masa skorsing.

Kelakuan Ketua Umum sudah melabrak banyak hal dalam konstitusi AD/ART KAMMI yang sangat-sangat tidak mencerminkan kepemimpinan sebagai aktivis dan pemimpin dalam gerakan.

Olehnya saya Ketua Umum KAMMI Daerah Makassar, menegaskan bahwa sebelum Agenda Rapimnas Terjadi bulan September nanti, meminta untuk menjaga kondusifitas di tengah-tengah banyak kritikan, surat pernyataan dan kegelisahan terhadap dinamika di PP KAMMI yang sudah tidak sehat, diperlihatkan pada saat flayer HUT RI 80 tidak lagi berdampingan Ketua, Sekjen dan Bendum. memberikan pesan yang sangat-sangat mengecewakan karena tidak ada itikad baik dari PP KAMMI dalam merawat stabilitas gerakan dari Nasional sampai Komisariat.

Oleh: Ketua Muh Imran, Umum KAMMI Daerah Makassar

One thought on “Opini: KAMMI dibawa Kepemimpinan Ahmad Jundi Khalifatullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *