Presiden Prabowo Dalam Rakornas 2026: Tegaskan Swasembada Pangan, Perangi Sampah, dan Hapus Kemiskinan

LENTERA.PRESS, SENTUL – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara rasmi membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang berlangsung di Sentul International Convention Center (SICC), Senin, 2 Februari 2026.

Dalam pidato yang berlangsung selama hampir dua jam, Presiden menyampaikan visi strategis untuk masa depan Indonesia yang menekankan pentingnya kedaulatan nasional dan kesejahteraan rakyat.

Kedaulatan dan Ekonomi Nasional

Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia harus menjadi negara yang berdikari. Ia menyatakan, swasembada pangan adalah pilar utama strategi transformasi bangsa menuju kemerdekaan yang hakiki.

“Tidak ada alternatif. Kalau kita mau merdeka, kalau kita mau sejahtera, kita harus jamin produksi pangan,” tegasnya seperti dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Ia juga memaparkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini telah mencapai 60 juta penerima manfaat. Program ini bukan saja bertujuan meningkatkan kesehatan dan gizi anak-anak Indonesia tetapi juga telah memberikan sumbangsih terhadap terbukanya lapangan kerja baru. 

“Dengan 22.275 dapur kita telah menciptakan 1 juta lapangan kerja,” paparnya.

Hapus Sekat Politik dan Fokus kepada Rakyat

Presiden Prabowo menyeru semua pihak, termasuk pimpinan daerah dengan berbagai latar belakang politik, untuk bersatu demi kepentingan rakyat. Ia menegaskan bahwa selepas pilihan Pemilu, semua pimpinan harus bekerjasama tanpa mempedulikan perbedaan politik masa lalu.

“Tugas saya adalah untuk seluruh rakyat Indonesia. Saya tidak akan tanya gubernur ini daripada partai mana,” ujarnya sambil memberikan contoh dukungannya terhadap pembangunan di daerah-daerah di mana ia tidak menang pada Pemilu yang lalu.

Perang Terhadap Sampah dan Gerakan Indonesia ASRI

Masalah lain yang turut disoroti oleh Presiden Prabowo adalah soal sampah. Ia merujuk kepada keluhan pelancong asing mengenai kebersihan di Bali.

“Ini Pantai Bali. Bagaimana turis mau datang ke situ kalau lihat sampah,” ujarnya sambil menunjukkan video kondisi Pantai Bali akhir Desember 2025 lalu.

Beliau turut melancarkan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) sebagai usaha untuk memperindahkan kota-kota di Indonesia, termasuk cadangan program “gentengisasi” untuk menggantikan atap zink yang berkarat dengan genteng untuk menambah estetika dan keselesaan kediaman rakyat. 

Komitmen terhadap Integritas

Dalam aspek pengurusan aset negara, Presiden mendedahkan pembentukan Danantara yang kini menguruskan aset bernilai 1.04 trilion dolar AS. 

Ia memberikan teguran keras kepada pimpinan BUMN dan pejabat negara yang menyalahgunakan kuasa untuk memperkaya diri sendiri. 

“Jangan enak-enak kau. Siap-siap kau dipanggil kejaksaan. Lo jangan nantang gue lo,” tegasnya. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *