LENTERA.PRESS, – Ramadan bukan sekadar bulan puasa. Ia adalah momentum besar untuk memperbaiki diri, menata ulang hidup, serta mendekatkan diri kepada Allah swt.
Sayangnya, banyak orang tidak bersiap padahal Ramadan seperti tamu agung: layak disambut dengan persiapan yang matang. Bukan hanya fisik, tapi juga hati, pikiran, dan amal.
Berikut lima bentuk persiapan penting agar Ramadan tidak lewat begitu saja.
1. Persiapan Ruhiyah
Persiapan ruhiyah maksudnya adalah hendaknya kita semakin berusaha menjaga hati dari segala perbuatan yang dapat merusak kesucian hati.
Persiapan ruhiyah yang dapat dilakukan adalah memperbanyak taubat, memperbaiki niat, dan menumbuhkan rindu kepada Ramadan serta membersihkan hati dari dosa dan maksiat.
Tanpa kesiapan hati, ibadah mudah terasa berat.
2. Persiapan Ilmu
Banyak orang beribadah di bulan Ramadan, tapi tidak memahami maknanya. Di sinilah pentingnya persiapan ilmu.
Maka pelajarilah kembali fiqih puasa, keutamaan Ramadan, amalan-amalan utama dalam Ramadan, serta adab-adab ibadah membuat amalan lebih terarah dan bermakna.
Persiapan Ilmu akan menuntun ibadah kita agar tidak hanya sah, tapi juga bernilai dan bermakna.
3. Persiapan Amaliyah
Di dalam Alquran Allah mengisyaratkan bahwa amal shalih itu adalah perlombaan. Maka, sebagian orang bijak mengatakan bahwa Ramadan adalah Olimpiade ahli takwa.
Orang yang akan ikut perlombaan di kejuaraan tingkat tinggi mustahil dapat meraih juara jika tidak melakukan latihan-latihan.
Maka memulai membiasakan tilawah Alquran, shalat sunnah, puasa sunnah, dan sedekah adalah bentuk persiapan amaliyah. Dengan latihan, tubuh dan jiwa kita tidak kaget ketika intensitas ibadah meningkat.
4. Persiapan Fisik
Ibadah-ibadah utama dalam Ramadan membutuhkan kualifikasi fisik yang sehat. Misalnya, puasa dan shalat tarawih. Tanpa fisik yang sehat ibadah kita selama Ramadan tidak akan maksimal.
Persiapan jasadiyah atau fisik dapat dilakukan dengan mengatur pola tidur, pola makan, olahraga, dan hidup teratur.
5. Persiapan Finansial
Persiapan terakhir adalah persiapan finansial. Menu sahur, menu berbuka, pakaian shalat, sedekah atau berbagi adalah hal-hal dalam Ramadan yang butuh finansial. Apalagi mudik mengunjungi (silaturahim) keluarga. Semuanya butuh finansial.
Tanpa persiapan finansial ibadah-ibadah juga tidak akan optimal. Maka, mengatur keuangan, menyiapkan pos sedekah, zakat, dan infak sejak awal akan membuat kita lebih tenang dan terencana. []

