LENTERA.PRESS, Makassar – Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Perlawanan Rakyat Makassar (GEMPAR Makassar), Hendrik, kembali menyoroti mangkraknya proyek revitalisasi Lapangan Karebosi di Makassar yang hingga kini belum menunjukkan kejelasan penyelesaian.
Menurut Hendrik, kondisi proyek yang stagnan dan belum dapat difungsikan secara maksimal telah menimbulkan keresahan publik. Padahal, Karebosi merupakan ikon kota sekaligus ruang publik strategis yang menyangkut kepentingan sosial dan ekonomi masyarakat.
Kami mempertanyakan secara serius, apa sebenarnya yang menjadi penghambat proyek ini? Apakah murni persoalan teknis dan administrasi, atau ada persoalan yang lebih besar seperti dugaan korupsi, penyimpangan anggaran, atau permainan dalam proses pelaksanaannya?” tegas Hendrik.
Ia menilai, lambannya progres tanpa penjelasan terbuka dari pihak terkait hanya akan memperkuat kecurigaan masyarakat. Dalam proyek dengan nilai anggaran besar, transparansi dan akuntabilitas adalah kewajiban, bukan pilihan.
GEMPAR Makassar mendesak Pemerintah Kota untuk:
- Membuka secara rinci laporan penggunaan anggaran dan progres fisik proyek.
- Menjelaskan secara resmi apa faktor penghambat utama penyelesaian proyek.
- Melibatkan lembaga pengawas independen untuk memastikan tidak ada praktik penyimpangan.
“Jika memang tidak ada masalah, maka buktikan dengan data dan transparansi. Tetapi jika ada indikasi pelanggaran hukum, kami mendesak agar aparat penegak hukum segera turun tangan,” lanjutnya.
Hendrik menegaskan bahwa GEMPAR Makassar akan terus mengawal isu ini sebagai bagian dari komitmen gerakan mahasiswa dalam mengawasi kebijakan publik. Ia juga membuka kemungkinan konsolidasi aksi apabila pemerintah tidak memberikan kejelasan dalam waktu dekat.
“Pertanyaan besarnya hari ini sederhana: mengapa proyek sebesar Karebosi bisa mangkrak? Publik berhak tahu jawabannya,” tutup Hendrik.
Humas GEMPAR Makassar

