LENTERA.PRESS, Makassar – Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Makassar menggelar kegiatan Dialog dan Buka Puasa Bersama pada Sabtu, 08 Maret 2026 pukul 15.00 WITA bertempat di Aula Rapat DPD RI Perwakilan Sulawesi Selatan. Kegiatan ini mengangkat tema “Menakar Posisi Indonesia Terhadap Board of Peace Serta Dampak Hegemoni Amerika Serikat di Timur Tengah.” Senin, 09/03/2026.
Kegiatan ini diawali dengan sambutan Ketua Umum KAMMI Daerah Makassar, Muhammad Ilham, yang menekankan pentingnya ruang diskusi intelektual di kalangan mahasiswa dalam merespons berbagai dinamika geopolitik global yang berdampak pada dunia Islam dan posisi Indonesia di kancah internasional.
Dialog yang dimoderatori oleh Jamil Hasyim ini menghadirkan dua pemateri utama, Bambang S. Pratomo, MA Akademisi UMI dan Wakil PCNU yang hadir sebagai perwakilan tokoh Agama serta Achmad Abdi Amsir, S.IP., M.Si, yang merupakan Dosen Hubungan Internasional UIN Alauddin Makassar.
Dalam pemaparannya, Wakil Ketua PCNU menekankan pentingnya rekonsiliasi dan persatuan umat, serta mengajak umat Islam untuk tidak lagi terjebak pada perdebatan ideologis yang berpotensi memecah belah, seperti polemik Sunni dan Syiah. Menurutnya, tantangan umat Islam di era globalisasi saat ini membutuhkan kekuatan persatuan dan solidaritas agar tidak mudah terpecah oleh kepentingan geopolitik global.
Sementara itu, Achmad Abdi Amsir, S.IP., M.Si memaparkan dinamika geopolitik internasional yang saat ini sangat dipengaruhi oleh persaingan kekuatan besar dunia, khususnya antara Amerika Serikat dan China. Ia menjelaskan bahwa berbagai konflik di kawasan Timur Tengah tidak dapat dilepaskan dari tarik-menarik kepentingan negara-negara besar yang berupaya mempertahankan pengaruhnya dalam percaturan politik global.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum KAMMI Daerah Makassar, Muhammad Ilham, juga menyampaikan sikap KAMMI Makassar terkait posisi Indonesia dalam Board of Peace (BoP). Menurutnya, KAMMI Makassar menilai bahwa BoP tidak memiliki legitimasi yang kuat sebagai representasi lembaga perdamaian dunia yang independen dan berkeadilan.
“Kami memandang bahwa Board of Peace tidak memiliki legitimasi yang kuat dalam mewakili upaya perdamaian dunia secara adil. Oleh karena itu, kami mendorong pemerintah Indonesia untuk keluar dari forum tersebut,” ujar Muhammad Ilham.
Kegiatan dialog berlangsung interaktif dengan sesi diskusi yang melibatkan peserta dari berbagai kalangan. Turut hadir dalam kegiatan ini kader KAMMI Sulawesi Selatan, kader KAMMI Makassar, serta pengurus dan kader GPI Sulawesi Selatan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama sebagai momentum mempererat silaturahmi serta memperkuat semangat kebersamaan di antara para peserta yang hadir.
Melalui kegiatan ini, KAMMI Makassar berharap diskusi-diskusi strategis seperti ini dapat terus digelar guna membangun kesadaran kritis mahasiswa terhadap isu-isu global serta memperkuat peran generasi muda dalam mengawal arah kebijakan bangsa.

