Aliansi Mahasiswa Batuatas NTB Soroti Pembangunan Kantor Bupati Busel

LENTERA.PRESS, Sumbawa – Widarman, Presiden Mahasiswa Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) sekaligus pemuda asli Buton Selatan (Busel), mengkritik langkah pemerintah daerah yang memprioritaskan pembangunan kantor bupati baru senilai Rp55 miliar, sementara masyarakat di Kecamatan Batuatas masih belum menikmati layanan listrik secara maksimal.

Menurut Widarman, pembangunan kantor bupati yang megah di kawasan Bumi Praja Lamaindo, Kecamatan Batauga, harusnya tidak menjadi prioritas utama ketika kebutuhan dasar masyarakat, seperti listrik, belum terpenuhi.

Ia menilai bahwa masyarakat Batuatas, yang berada di wilayah terluar Busel, masih menghadapi keterbatasan akses listrik dan belum menyala 24 jam penuh.

“Bagaimana bisa membangun kantor bupati semegah itu dengan anggaran sebesar Rp55 miliar, sementara saudara-saudara kita di Batuatas masih gelap gulita di malam hari? Ini bukan hanya soal pembangunan gedung, tapi soal keadilan dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menyoroti bahwa desain kantor bupati yang mengadopsi konsep arsitektur Vernakular, dengan simbol Kesultanan Buton dan Perahu Boti, memang menarik dan berpotensi menjadi ikon daerah.

Namun, ia mempertanyakan dampak kehidupan masyarakat kecil, terutama mereka yang tinggal di daerah pulau seperti Batuatas.

“Bukan berarti kita menolak pembangunan kantor bupati, tapi mari kita lihat prioritas. Listrik adalah kebutuhan dasar. Kalau pemerintah serius ingin membangun Busel, mulailah dari hal yang paling mendasar, yaitu memastikan semua masyarakat mendapatkan akses listrik yang layak,” tambahnya

Widarman mengajak pemerintah daerah untuk lebih memperhatikan pembangunan yang merata dan berkeadilan.

dan menyerukan kepada generasi muda Busel untuk aktif mengawal kebijakan pemerintah agar pembangunan tidak hanya berpusat di kota, tetapi juga menjangkau wilayah-wilayah terpencil.

“Momentum ini harus jadi refleksi bersama. Jangan sampai pembangunan yang megah hanya menjadi simbol, tapi rakyat di pelosok tetap hidup dalam keterbatasan,” pungkasnya.

Masyarakat Batuatas kini berharap pemerintah daerah dapat mengupayakan solusi konkret untuk memenuhi kebutuhan listrik mereka, sembari tetap melanjutkan pembangunan infrastruktur lainnya dengan perencanaan yang lebih bijak.

One thought on “Aliansi Mahasiswa Batuatas NTB Soroti Pembangunan Kantor Bupati Busel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *