LENTERA.PRESS, Makassar – Muhammad Ilham, S.H., menjadi salah satu pemateri dalam acara Deklarasi dan Dialog Kebangsaan bertema “Mendukung Pemberian Gelar Pahlawan Untuk Soeharto” yang digelar oleh DPW Aliansi Mahasiswa Nusantara (AMAN) Sulawesi Selatan. Sabtu, 08/11/2025.
Dalam pemaparannya, Ilham menekankan bahwa diskusi mengenai sosok Presiden Soeharto seringkali dipenuhi pro dan kontra, namun perlu diletakkan pada sudut pandang rasional dan berbasis data, bukan sekadar sentimen politik.
“Kita adalah negara hukum. Semua hal termasuk pemberian gelar pahlawan nasional harus dilihat berdasarkan fakta dan kontribusi, bukan hanya berdasarkan perasaan.”
Ia menambahkan bahwa sebagai generasi muda, mahasiswa tidak hidup pada masa pemerintahan Soeharto. Karena itu, penilaian terhadap tokoh sejarah harus dilakukan dengan metode intelektual, melakukan riset, serta memahami konteks politik dan sosial saat itu.
“Tugas kita sebagai pemuda adalah belajar dari sejarah, bukan terjebak pada dendam sejarah. Lihatlah secara proporsional, objektif, dan berkeadilan,” tegas Ilham.
Dalam penutupnya, Ilham menyampaikan bahwa wacana pemberian gelar pahlawan untuk Soeharto bukan sekadar romantisme masa lalu, melainkan upaya melihat rekam jejak kontribusi Soeharto terhadap stabilitas nasional, pembangunan infrastrukur, dan pemerataan kesejahteraan rakyat.
Kegiatan Deklarasi dan Dialog Kebangsaan ini dihadiri oleh tokoh akademisi, pemuda, aktivis, serta mahasiswa dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan. Dialog ini bertujuan menghadirkan perspektif objektif mengenai kontribusi Presiden Soeharto bagi bangsa Indonesia.


Spot on.