LENTERA.PRESS, Sumatera – Asosiasi Pemuda Aceh Tenggara mendesak pemerintah pusat untuk melakukan reformasi lingkungan guna mengatasi deforestasi hutan yang terus meningkat.
Musibah banjir di Sumatera terjadi pada akhir November 2025, tepatnya mulai tanggal 25 November 2025. Hujan deras dengan intensitas tinggi mulai turun pada tanggal tersebut, menyebabkan beberapa sungai mulai naik dan banjir mulai memasuki desa-desa di dataran rendah pada tanggal 26 November 2025. Banjir kemudian meluas ke wilayah perkotaan pada tanggal 27 November 2025, disertai longsor di lereng pegunungan
Penyebab utama dari musibah banjir tersebut adalah deforestasi yang meliputi perluasan perkebunan kelapa sawit, penebangan liar, kebakaran hutan, dan pembangunan infrastruktur.
Ini mengkhawatirkan, karena ini menunjukkan peningkatan deforestasi legal yang membuat dampak buruk terhadap ekosistem yang ada di Indonesia sehingga bencana alam sering terjadi, yang terkena imbas dari ini semua adalah masyarakat.
Namun asosiasi pemuda Aceh Tenggara meminta pemerintah untuk lebih serius dalam mengatasi masalah ini.
“Reformasi lingkungan harus dilakukan untuk melindungi hutan Indonesia dan mencegah dampak negatif deforestasi terhadap lingkungan dan masyarakat, agar masyarakat dan alam dapat menyatu kembali untuk keberlangsungan hidup begitu juga dengan hewan hewan yang pada saat ini juga terdampak karena hutan yang mereka huni kini menjadi rata dan gersang” kata Abdullah, Kordinator Asosiasi Pemuda Aceh Tenggara
Terlihat musibah yang melanda Sumatera khususnya di tiga provinsi yaitu Aceh, Sumut dan Sumbar banyak gelondongan Kayu bukan murni dari roboh nya pepohonan tanpa sebab.
Tapi terlihat seakan akan bekas pembalakan liar yang di lakukan oknum yang tidak bertanggung
“Kami berharap pemerintah Pusat dengan serius untuk menyelesaikan permasalahan ini bukan hanya di tempat banjir yang sedang menimpa saudara-saudara kami yang ada di Sumatera. tapi di seluruh wilayah yang ada Indonesia karena reformasi lingkungan untuk saat ini adalah permasalahan yang paling urgent di selesaikan, dan kami mengajak seluruh masyarakat Indonesia mari saling membahu menjaga lingkungan agar hidup tentram dan jauh dari musibah Alam” Tutup nya Abdullah kordinator asosiasi pemuda Aceh Tenggara

