Agung Wahyudi

Cerpen: Catatan Seorang Murabbi

Namaku Ammar, mahasiswa semester tujuh di jurusan Teknik Elektro. Kalau kamu lihat task planner-ku, kamu mungkin akan mengira aku seorang manajer muda yang sibuk. Tapi kenyataannya, aku hanya mahasiswa biasa yang memutuskan untuk menjalani jalan luar biasa: menjadi murabbi, pembina halaqah di lembaga dakwah kampus. Setiap pekan, aku mengisi tiga kelompok mentoring. Selasa pagi untuk…

Read More

Cerpen: Sepucuk Surat dari Tanah Merdeka

Namaku Tom. Tom saja. Usiaku empat puluh tahun. Aku bukan pahlawan besar yang tertulis dalam buku sejarah. Aku hanyalah seorang penjaga sekolah desa, yang setiap harinya menimba air dan menyapu ruang kelas demi anak-anak bisa belajar dengan tenang, di tengah suara tembakan dan ketakutan. Ini tahun 1947. Tentara Belanda baru saja kembali setelah Proklamasi dikumandangkan…

Read More

Cerpen: Sepatu Tua di Ujung Jalan

Aku tak pernah menyangka, sepasang sepatu tua bisa mengubah cara pandangku terhadap hidup. Namaku Bagas, 28 tahun, lulusan kampus ternama, bekerja di sebuah perusahaan besar di Makassar. Dulu aku hidup seperti kebanyakan orang di kota: bangun pagi, macet-macetan, kerja, lalu pulang ke kosan dengan kepala penuh target dan laporan bulanan. Hidupku lurus, teratur, dan… hampa….

Read More