Jatah Hidup

Lelahku tidak berhentitiap hari berjalandi tengah hegemoni dunia. Akankah aku tidak tenggelam?menghilang bagai buihsetulus apa dunia padaku?apakah masih ada jatah hidup?untuk hari esok yang kelabu. Malam sunyi telah berlalutertinggal jejakgelap tersapu cahayafajar memanggildi tengah lautan manusia. Tersingkap sudahnoda hitam terpendammembakar apikewarasan punahakibat godaan. Tuhan…lirihku ingin berkatatolong beri jatah hiduphingga aku tak menyesaljikalau ajal menyapa. Aku…

Read More

Akhir Buana

Oleh: Liana Uswa (Mahasiswi Komunikasi dan Penyiaran Islam Unismuh Makassar) Kain agung itu telah berkibar gagah diatas sanaTak ada lagi rintihan takut mati yang berkumandangSegelas kopi tak takut lagi kutegukKami telah Merdeka, Fikirnya. Di sisi lain buana kala ituTumpukan mayat menggunung bagai oroJantan maupun betinaSemua mati demi ambisi Pistolku tak lagi terlihatMereka bersembunyi dibalik selimutkuMenembus…

Read More

Aku Jadi Sampah

Oleh: Uly Eka Saputri Akulah sang pendosa itu Detak waktu terus bergulir mengikuti ketetapan-NyaTapi aku masih saja pongah Jadi kolektor sombong, begitulah aku sekarangSepintar mungkin ber-kamuflaseMenutupi aib yang seperti tambal sulam Berantakan, terporak-porandakanKasus demi kasus akulah si biang kerokJadi korban atau pelaku sama sajakanBagai berada dalam lingkaran hitam setan Sialan juga aku iniLagi dan lagi…

Read More