Delapan Renungan Pembentuk Konsep Diri Muslim

Tulisan sebelumnya tentang merenung sebagai gerbang pembuka membentuk konsep diri telah kita uraikan.

Tulisan kali ini akan coba menguraikan apa saja aspek yang dapat kita renungkan atau hayati agar konsep diri kita dapat terbentuk dengan kuat.

Ada 8 aspek yang perlu kita hayati dalam rangka membentuk konsep diri yang kuat.

Pertama, Allah sebagai tujuan hidup. Ini yang paling fundamental dan menjadi pondasi tegaknya aspek-aspek berikutnya. Jika aspek ini terabaikan maka mustahil dapat terbentuk konsep diri yang kuat bagi seorang muslim.

Kedua, Hakikat kehidupan sebagai ujian. Allah swt menjelaskan bahwa hidup kita seluruhnya adalah ujian. Sehat ujian, sakit ujian. Kaya ujian, miskin ujian. Senang ujian, sulit ujian. Semuanya ujian. Dan tidak ada satu pun ujian yang lebih baik dibanding yang lainnya. Semuanya sama-sama ujian bagi kita di sisi Allah swt.

Ketiga, Agama sebagai pilihan jalan hidup. Ada banyak ideologi atau paham yang menjadi pilihan jalan hidup seseorang tapi semuanya rapuh karena tidak bersumber kepada zat yang Maha Kuat. Hanya agamalah satu-satunya pilihan jalan hidup yang kokoh karena nilainya tidak lekang oleh zaman.

Keempat, makna ibadah dan bentuknya. Banyak orang tampak tidak begitu pada tekadnya dalam pekerjaan yang ia lakoni. Hanya semangat di awal dan setelahnya tidak lagi. Bisa jadi penyebabnya karena ia tidak melano aktivitas tersebut sebagai sebuah ibadah kepada Allah swt.

Kelima, soal tahapan perjalanan hidup seseorang. Dalam Islam kita menyakini bahwa tahapan hidup kita ada empat: alam rahim, alam dunia, alam kubur dan akhirat. Penghayatan pada aspek inilah yang akan memberikan kita makna yang kuat dalam menjalani hidup di dunia. Bahwa hidup tidak boleh dimaknai sekadar hidup tapi hidup harus dipandang sebagai proses menyiapkan bekal menuju kehidupan berikutnya.

Keenam, soal umur. Dengan kita memahami bahwa umur kita terbatas maka, pandangan kita seharusnya difokuskan pada amal terbaik apa yang bisa kita persembahkan sehingga kita berhak mendapatkan Surga Allah swt.

Ketujuh, Kematian. Bahwa kematian itu bisa datang kapan saja. Karena kematian tidak memandang umur. Kematian datang tanpa diketahui sehingga kita hanya perlu memastikan bahwa setiap waktu kita berada dalam amal shalih untuk mendapatkan kematian yang baik.

Kedelapan, Surga dan Neraka sebagai rumah masa depan. Inilah obat dari segala “kesakitan” dunia yang kita rasakan. Bahwa selama hidup kita berada dalam rel yang Allah dan Rasul-Nya kehendaki kita patut optimis bahwa ada jaminan Surga yang telah menanti.

8 renungan ini semoga menjadikan kita muslim yang punya konsep diri yang jelas dan kokoh. Tantangan zaman mengharuskan kita menempa diri lebih kuat lagi dari sebelum-sebelumnya. []

*Agung Wahyudi, Direktur Lentera Institut dan Penulis tema-tema pengembangan diri muslim.

40 thoughts on “Delapan Renungan Pembentuk Konsep Diri Muslim

  1. Thank you for your sharing. I am worried that I lack creative ideas. It is your article that makes me full of hope. Thank you. But, I have a question, can you help me?

  2. Thank you for your sharing. I am worried that I lack creative ideas. It is your article that makes me full of hope. Thank you. But, I have a question, can you help me?

  3. Thank you for your sharing. I am worried that I lack creative ideas. It is your article that makes me full of hope. Thank you. But, I have a question, can you help me?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *