Jatah Hidup

Lelahku tidak berhenti
tiap hari berjalan
di tengah hegemoni dunia.

Akankah aku tidak tenggelam?
menghilang bagai buih
setulus apa dunia padaku?
apakah masih ada jatah hidup?
untuk hari esok yang kelabu.

Malam sunyi telah berlalu
tertinggal jejak
gelap tersapu cahaya
fajar memanggil
di tengah lautan manusia.

Tersingkap sudah
noda hitam terpendam
membakar api
kewarasan punah
akibat godaan.

Tuhan…
lirihku ingin berkata
tolong beri jatah hidup
hingga aku tak menyesal
jikalau ajal menyapa.

Aku mengaku salah
perintah-Mu masih ku abaikan
larangan-Mu terus berjalan
Tuhan ampuni hamba
Aku ingin kembali ke jalan-Mu.

Oleh: Uly Eka Saputri

One thought on “Jatah Hidup

  1. I waas wondering if you ever thought of changing the page layout of
    your website? Itts very well written; I love what youve
    got to say. Butt maybe you could a little more in the
    wayy of content so people could connect with it better.
    Youuve got an awful lot of text for only having one or two images.
    Maybe you could space it out better? https://w4i9O.mssg.me/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *