LENTERA.PRESS, Jakarta – Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI), Syafrul Ardi, menilai Badan Karantina Indonesia (Barantin) dibawah kepemimpinan Sahat Manaor Penggabean telah menunjukkan kinerja yang baik dan konsisten dalam menjalankan fungsi pengawasan serta penegakan aturan karantina komoditas pertanian.
Menurut Syafrul, langkah-langkah yang dilakukan Barantin mencerminkan keseriusan negara dalam menjaga pintu masuk komoditas pertanian, sekaligus melindungi kepentingan petani dan ketahanan pangan nasional. Ia menyebut, kinerja Barantin patut diapresiasi karena dilakukan secara terukur serta melibatkan sinergi lintas kementerian dan lembaga.
“Kita mengapresiasi kinerja Barantin yang telah serius menangani dan menjaga pintu masuk komoditas pertanian, sehingga melindungi kepentingan pertanian nasional,” ujar Syafrul.
Apresiasi tersebut disampaikan menyusul kunjungan kerja Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat Manaor Panggabean, yang mendampingi Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, Senin (19/1). Kunjungan ini merupakan bagian dari penindakan terhadap pemasukan komoditas pertanian, khususnya beras, yang masuk melalui jalur perairan Kepulauan Riau tanpa dilengkapi dokumen karantina.
Dalam kunjungan tersebut, Barantin bersama Kementerian Pertanian dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai meninjau langsung barang bukti hasil penindakan di Kantor Bea dan Cukai Kepulauan Riau, Tanjung Balai Karimun. Kegiatan ini turut dihadiri Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Jaka Budi Utama.
Berdasarkan hasil penindakan terpadu, aparat mengamankan sekitar 1.000 ton beras yang diduga masuk secara ilegal. Selain beras, Barantin juga menahan sejumlah komoditas lain yang tidak memenuhi persyaratan karantina, seperti bawang merah, cabai kering, gula, dan bawang putih. Seluruh barang bukti saat ini masih dalam proses hukum dan pendalaman lebih lanjut.
Syafrul menegaskan, peran Barantin sangat strategis dalam memastikan setiap komoditas pertanian yang masuk ke wilayah Indonesia memenuhi standar keamanan dan kesehatan. Menurutnya, penguatan fungsi Barantin harus terus dilakukan agar jalur-jalur rawan pemasukan ilegal dapat diawasi secara optimal.
“Langkah Barantin ini menunjukkan kinerja yang baik dan patut didukung. Penegakan karantina yang konsisten merupakan bagian penting dari upaya menjaga ketahanan pangan nasional,” pungkas Syafrul.

