LENTERA.PRESS, Makassar — OKP Cipayung Plus Kota Makassar mengecam keras beredarnya foto yang mengatasnamakan organisasi mereka dan seolah-olah menyerukan aksi blokade SPBU di seluruh wilayah Kota Makassar. Mereka menilai, penyebaran konten tersebut bukan sekadar kesalahan informasi, melainkan bagian dari operasi penggiringan opini yang terstruktur dan tendensius.
Hasil penelusuran internal mengungkap bahwa materi dalam foto tersebut merupakan player lama yang terbit pada tahun 2022 dan tidak memiliki relevansi dengan kondisi maupun agenda gerakan saat ini. Fakta ini memperjelas bahwa telah terjadi praktik daur ulang informasi untuk kepentingan tertentu dengan cara memelintir konteks aslinya.
“Ini bukan lagi misinformasi biasa, ini adalah bentuk manipulasi yang disengaja. Konten lama dihidupkan kembali, dipelintir, lalu disebarkan untuk menciptakan kesan seolah-olah Cipayung Plus sedang merancang aksi yang merugikan masyarakat,” tegas perwakilan Cipayung Plus Kota Makassar.
Lebih jauh, Cipayung Plus menilai bahwa tindakan tersebut sarat kepentingan sektoral yang berupaya merusak legitimasi gerakan mahasiswa. Pola semacam ini dinilai kerap muncul ketika konsolidasi gerakan mahasiswa mulai menguat dan kritik terhadap kebijakan publik semakin tajam.
Penggunaan identitas organisasi tanpa dasar yang sah juga dinilai sebagai bentuk penyalahgunaan yang serius. Selain mencederai etika demokrasi, tindakan ini berpotensi menciptakan konflik horizontal serta mengadu domba antara gerakan mahasiswa dan masyarakat.
Cipayung Plus Kota Makassar menegaskan bahwa mereka tidak pernah merencanakan, menginstruksikan, ataupun mendukung aksi blokade terhadap fasilitas publik seperti SPBU. Tuduhan tersebut dinilai sebagai upaya sistematis untuk membenturkan mahasiswa dengan kepentingan rakyat.
“Jika ada pihak yang terus memproduksi dan menyebarkan narasi semacam ini, patut diduga ada agenda tersembunyi yang ingin melemahkan gerakan mahasiswa secara politis,” lanjutnya.
Dalam pernyataannya, Cipayung Plus juga mengingatkan bahwa praktik manipulasi informasi seperti ini merupakan ancaman serius bagi ruang demokrasi, karena tidak hanya merusak reputasi organisasi, tetapi juga mengaburkan substansi perjuangan yang sedang diperjuangkan.
Mereka pun mengimbau masyarakat untuk tidak menjadi bagian dari rantai penyebaran informasi yang telah dimanipulasi, serta mendorong agar pihak-pihak yang bertanggung jawab segera diusut.
Hingga saat ini, tidak terdapat bukti valid yang menunjukkan bahwa foto tersebut merupakan sikap resmi atau rencana aksi dari OKP Cipayung Plus Kota Makassar.

