Menanam Benih Harapan di MI Al-Fathanah: Upaya Mahasiswa BK PPS UNM Membangun Ketangguhan Siswa Melalui Program Sekolah Sehat Psikososial-Spiritual (SSPS)

LENTERA.PRESS, Makassar – Di tengah tantangan lingkungan sosial yang kompleks, MI Al-Fathanah terus berupaya menjadi tempat yang aman bagi anak-anak untuk menuntut ilmu. Sekolah yang telah berdiri selama 20 tahun ini melayani siswa dari latar belakang ekonomi yang membutuhkan perhatian, termasuk anak-anak dengan pola hidup berpindah dan mereka yang kurang mendapatkan dukungan pendidikan di rumah, April 2026.

Menanggapi kebutuhan akan penguatan mental dan karakter siswa, Kelompok 2 Mahasiswa Pascasarjana Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Makassar (UNM) menghadirkan program inovatif bertajuk “Sekolah Sehat Psikososial-Spiritual (SSPS)”. Program ini dirancang untuk mengoptimalkan kesehatan emosional, sosial, dan spiritual siswa agar mereka memiliki “faktor pelindung” yang kuat dalam menghadapi pengaruh negatif lingkungan.

Dibawah Bimbingan Dosen Pengampu Mata Kuliah Konseling Komunitas Kegiatan yang menyasar siswa kelas V dan VI ini tidak hanya menjadi sarana belajar bagi mahasiswa, tetapi merupakan bentuk intervensi pengabdian yang terukur. Seluruh tahapan kegiatan ini dilaksanakan dibawah bimbingan dosen pengampu mata kuliah Konseling Komunitas, yakni Prof. Dr. Abdul Saman, M.Si., Kons. dan Ahmad Yasser, S.Psi., M.Si., Ph.D.. Pendampingan langsung dari para dosen pengampu tersebut memastikan bahwa setiap intervensi yang dijalankan telah sesuai dengan standar keilmuan bimbingan dan konseling yang akuntabel.

Adapun tim mahasiswa yang terlibat aktif dalam rangkaian kegiatan ini adalah Nur Asmi, Silvanna Glory Samaliwu, Syamsunahar, dan Auliya Yunizahrani.

Perubahan Nyata dalam Kedisiplinan dan Ibadah Melalui berbagai metode seperti psikoedukasi, permainan edukatif, hingga teknik regulasi emosi, program SSPS mulai membuahkan hasil positif.

Berdasarkan evaluasi setelah kegiatan, para siswa menunjukkan perubahan perilaku yang signifikan.

“Kami melihat adanya peningkatan semangat belajar dan kehadiran siswa di kelas. Tugas-tugas sekolah yang biasanya terabaikan, kini mulai dikerjakan dengan lebih baik di rumah,” ungkap tim pelaksana melalui laporan refleksinya. Selain itu, program ini juga menekankan penguatan nilai spiritual agar ibadah tidak hanya menjadi rutinitas formal, tetapi menjadi kesadaran pribadi yang membentengi moral mereka.

Harapan untuk Masa Depan Meskipun sekolah masih menghadapi keterbatasan fasilitas, semangat para siswa untuk tetap sekolah menjadi motivasi terbesar bagi tim pengabdi. Dengan dukungan psikososial dan spiritual yang tepat, diharapkan siswa MI Al-Fathanah mampu memutus rantai kemiskinan dan tumbuh menjadi pribadi yang berdaya bagi keluarga serta masyarakat di masa depan.

Tentang Tim Pengabdi:
Kelompok 2 Pascasarjana BK UNM berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi kreatif dalam membantu komunitas khusus yang memerlukan perhatian dalam aspek bimbingan dan dukungan mental.

Kontak Media:
Program Pascasarjana Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Makassar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *