LENTERA.PRESS, Makassar — Sebuah inovasi pendidikan tengah menggeliat di UPT SPF SDN Nusa Harapan Permai, Kota Makassar.
Berangkat dari kegelisahan para pendidik akan minimnya inisiatif dan kreativitas siswa dalam proses belajar, sekolah ini melahirkan sebuah terobosan yang kini mulai menunjukkan dampak nyata.
Inovasi tersebut bernama KALUKU, akronim dari Kreatif, Aktif, Terampil untuk Karyamu, yang mengusung pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman atau experiential learning.
Program KALUKU tidak sekadar menjadi kegiatan tambahan di luar kelas. Ia telah menyatu dalam budaya belajar siswa sehari-hari, menyasar pengembangan potensi anak secara holistik.
Dalam implementasinya, siswa diajak untuk tidak hanya belajar teori, tetapi juga menciptakan karya nyata dari hasil olah pikir dan keterampilan tangan mereka.Setiap ruang kelas kini memiliki “studio karya” tersendiri.
Di sinilah para siswa bereksplorasi, mulai dari membuat kerajinan tangan dari barang bekas, menggambar, menulis puisi, hingga mendesain kartu ucapan menggunakan aplikasi digital seperti Canva.
Salah satu program unggulan adalah Ruang Karya Jumat Ceria, di mana setiap hari Jumat, suasana kelas diubah menjadi ruang eksplorasi kreatif.
Siswa bebas memilih proyek yang ingin mereka kerjakan, baik secara individu maupun dalam kelompok, dengan guru berperan sebagai fasilitator dan mentor.
Kreativitas anak-anak juga difasilitasi melalui Panggung Ekspresi KALUKU, tempat mereka menampilkan hasil karya dalam bentuk drama, pantomim, presentasi riset sederhana, hingga talkshow mini. Selain itu, program KALUKU Berbagi turut mengasah empati sosial siswa. Dalam kegiatan ini, mereka membuat souvenir atau makanan ringan hasil karya sendiri untuk dibagikan kepada masyarakat sekitar sekolah.
Kepala Sekolah UPT SPF SDN Nusa Harapan Permai, bersama tim guru, menekankan bahwa KALUKU bukan hanya tentang produk akhir, tetapi tentang proses tumbuhnya karakter, daya pikir, dan keberanian berekspresi pada anak sejak usia dini.
“Awalnya kami bertanya, mengapa anak-anak hanya duduk diam saat belajar? Mengapa mereka tidak aktif menyampaikan pendapat atau menunjukkan inisiatif? Dari pertanyaan itu, lahirlah semangat untuk menciptakan ruang belajar yang membebaskan kreativitas dan mendorong anak untuk berani berkarya,” ungkap salah satu guru penggagas program.
Dampak program KALUKU sudah mulai dirasakan. Anak-anak yang sebelumnya pemalu kini tampil percaya diri. Siswa yang pasif kini aktif dalam diskusi dan kegiatan kelompok.
Guru-guru mencatat peningkatan signifikan dalam keterampilan proses berpikir siswa, seperti kemampuan mengamati, menganalisis, mengevaluasi, dan menyintesis.
Bahkan dalam mata pelajaran seperti IPAS dan Bahasa Indonesia, terlihat adanya kenaikan prestasi belajar.
Tak hanya guru, para orang tua pun menyambut positif program ini. Banyak di antara mereka mengaku anak-anak mereka kini lebih bersemangat ke sekolah, pulang membawa hasil karya yang dibanggakan, dan bahkan mulai membuat karya serupa di rumah bersama keluarga.
Inovasi KALUKU dari SDN Nusa Harapan Permai menjadi bukti nyata bahwa pendidikan dasar yang mengedepankan kreativitas dan pengalaman belajar dapat menumbuhkan generasi yang lebih percaya diri, mandiri, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Dengan pendekatan yang menyentuh aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara seimbang, program ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk menciptakan ruang belajar yang lebih hidup dan bermakna.
I really like what you guys tend to be up too.
This tytpe of clever work and coverage! Keep up the very god works guys
I’ve incorporated yoou guys to myy personal blogroll. https://glassiuk.wordpress.com/