Soroti Rencana Off Road di Jalur Nosu–Pana’, Mantan Pengurus GMKI Makassar dan Organisasi Mahasiswa Dari Wilayah 2 Kabupaten Mamasa Minta Pemerintah Prioritaskan Perbaikan Jalan

LENTERA.PRESS, Mamasa – Rencana pelaksanaan kegiatan Off Road di jalur Nosu–Pana’ menuai sorotan dan penolakan dari berbagai kalangan masyarakat serta para aktivis organisasi mahasiswa dari Kabupaten Mamasa. Salah satunya datang dari seorang bernama Ricardo yang merupakan mantan Ketua Bidang Aksi dan Pelayanan GMKI Makassar masa bakti 2023–2025 yang juga merupakan ketua BPO IPPMN Makassar dan Demisioner Pengurus KPPMP Makassar.

Dalam pernyataan sikapnya, Ricardo menegaskan bahwa kondisi jalan poros Tabone–Nosu–Pana’ saat ini masih jauh dari kata layak dan membutuhkan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Mamasa. Menurutnya, pelaksanaan kegiatan Off Road di tengah kondisi infrastruktur jalan yang rusak justru dikhawatirkan akan memperparah kerusakan akses utama masyarakat.

Ia menyampaikan bahwa jalan poros Tabone–Nosu–Pana’ merupakan jalur vital penghubung antarwilayah yang setiap hari digunakan masyarakat untuk berbagai aktivitas penting, mulai dari distribusi hasil pertanian, akses pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Nosu dan Pana’.

“Jalan ini bukan sekadar jalur biasa, tetapi menjadi akses utama masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Ketika kondisi jalan semakin rusak, maka yang paling terdampak adalah masyarakat kecil,” ujar Ricardo.

Menurutnya, masyarakat selama ini telah cukup menderita akibat kondisi jalan yang rusak parah, terutama saat musim hujan yang menyebabkan akses transportasi terganggu bahkan sulit dilalui kendaraan. Oleh karena itu, ia menilai kegiatan Off Road belum tepat dilakukan sebelum ada langkah nyata pemerintah dalam memperbaiki infrastruktur jalan tersebut.

Ia juga meminta Pemerintah yang terkait dalam hal ini Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan pemerintah Kabupaten Mamasa agar tidak menutup mata terhadap kondisi jalan poros Tabone–Nosu–Pana’ dan segera menghadirkan solusi konkret melalui pembangunan serta perbaikan infrastruktur yang berkelanjutan.

“Pemerintah harus menjadikan jalan poros Tabone–Nosu–Pana’ sebagai perhatian khusus karena akses ini menyangkut kebutuhan hidup masyarakat. Jalan yang baik akan menunjang pertumbuhan ekonomi, mempermudah akses pendidikan, pelayanan kesehatan, dan membuka konektivitas antarwilayah,” tegas Ricardo.

Selain itu, ia berharap seluruh pihak, termasuk panitia maupun komunitas Off Road, dapat mempertimbangkan dampak sosial yang akan ditimbulkan terhadap masyarakat sekitar apabila kegiatan tersebut tetap dilaksanakan tanpa melihat kondisi infrastruktur yang ada.

Dirinya menekankan bahwa pembangunan daerah seharusnya berorientasi pada kepentingan masyarakat luas, bukan hanya kepentingan kegiatan seremonial semata. Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal perhatian pemerintah terhadap pembangunan jalan di wilayah kecamatan Nosu dan kecamatan Pana’ demi menunjang kesejahteraan masyarakat ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *