SIKAPI POLEMIK KONSER ANDREA BOCELLI, PP KAMMI AJAK AKTIVIS ISLAM BERSATU DAN DORONG KONSISTENSI PEMERINTAH SOAL PALESTINA
LENTERA.PRESS, JAKARTA — Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) mengajak organisasi mahasiswa Islam, aktivis dakwah, tokoh umat, dan elemen masyarakat sipil untuk memperkuat konsolidasi serta menyatukan aspirasi dalam menyikapi polemik rencana konser penyanyi Andrea Bocelli di Indonesia.
PP KAMMI menilai polemik tersebut perlu disikapi melalui dialog terbuka dengan mempertimbangkan aspirasi masyarakat, kepentingan nasional, serta konsistensi politik luar negeri Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina.
PP KAMMI juga menyatakan dukungan terhadap langkah Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam menyuarakan aspirasi umat terkait persoalan ini. Pemerintah didorong untuk memberikan penjelasan yang transparan dengan mempertimbangkan fakta yang terverifikasi, ketentuan hukum, dan sensitivitas masyarakat.
Ogy Sugianto: Pariwisata Tidak Boleh Hanya Berorientasi pada Keuntungan Ekonomi
Ketua Bidang Investasi dan Pariwisata PP KAMMI, Ogy Sugianto, menegaskan bahwa pengembangan pariwisata nasional tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan wisatawan, pendapatan ekonomi, dan promosi internasional.
Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan internasional di Indonesia juga perlu memperhatikan karakter budaya, aspirasi masyarakat, dampak sosial, serta citra Indonesia di mata dunia.
“Pariwisata memang memiliki potensi besar untuk menggerakkan ekonomi dan menjadi instrumen diplomasi. Namun, keberhasilannya tidak boleh semata-mata diukur dari nilai ekonomi. Pemerintah juga perlu mendengar aspirasi masyarakat dan memastikan setiap kebijakan pariwisata sejalan dengan kepentingan nasional serta komitmen Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina,” ujar Ogy.
Ia menilai polemik konser Andrea Bocelli harus menjadi momentum untuk mengevaluasi pendekatan promosi pariwisata nasional, khususnya dalam mengantisipasi isu-isu internasional yang memiliki sensitivitas sosial dan kemanusiaan di tengah masyarakat.
Ogy juga mendorong pemerintah untuk memperkuat promosi destinasi unggulan Indonesia, kebudayaan Nusantara, ekonomi kreatif, serta pariwisata berbasis masyarakat.
“Indonesia memiliki kekayaan budaya dan destinasi yang luar biasa. Pengembangan pariwisata harus mampu menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus memperkuat identitas bangsa. Diplomasi pariwisata harus berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap nilai kemanusiaan dan aspirasi publik,” tambahnya.
Ikmal Maulana: Persatuan Umat Harus Diwujudkan melalui Aspirasi yang Terorganisasi
Ketua Bidang Keumatan PP KAMMI, Ikmal Maulana, mengajak organisasi mahasiswa Islam, aktivis dakwah, tokoh agama, dan berbagai elemen umat untuk memperkuat ukhuwah serta membangun komunikasi dalam menyikapi isu-isu yang berkaitan dengan perjuangan Palestina.
Menurut Ikmal, perbedaan pandangan mengenai suatu kebijakan perlu disikapi melalui konsolidasi yang terarah, penyampaian pendapat secara damai, dan langkah-langkah konstitusional.
“Kami mengajak seluruh aktivis Islam untuk memperkuat persatuan, menyatukan aspirasi, dan membangun komunikasi yang konstruktif. Dukungan terhadap kemerdekaan Palestina harus diwujudkan melalui perjuangan yang bermartabat, terorganisasi, dan tetap menjaga persatuan bangsa,” ujar Ikmal.
Ia juga menilai aspirasi masyarakat perlu menjadi bagian penting dalam proses pengambilan kebijakan, terutama ketika suatu kegiatan internasional memunculkan perdebatan terkait isu kemanusiaan dan solidaritas terhadap Palestina.
“Kami mengapresiasi peran MUI dalam menyuarakan aspirasi umat. Pemerintah perlu membuka ruang dialog dengan berbagai elemen masyarakat agar keputusan yang diambil memiliki dasar yang jelas, dapat dipertanggungjawabkan, dan mempertimbangkan kepentingan nasional,” tegasnya.
PP KAMMI Dorong Konsistensi Kebijakan dan Dialog Terbuka
PP KAMMI menegaskan bahwa dukungan terhadap pariwisata dan investasi nasional tidak bertentangan dengan kewajiban pemerintah untuk mendengarkan aspirasi masyarakat. Keduanya perlu dikelola secara seimbang melalui kebijakan yang transparan, bertanggung jawab, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
PP KAMMI turut menyoroti persoalan konser Israel Houghton bersama Israel & New Breed yang sebelumnya menjadi perhatian publik dan pemerintah. PP KAMMI mendukung upaya menyampaikan aspirasi masyarakat terkait Palestina dalam proses pengambilan keputusan tersebut.
Namun, PP KAMMI menegaskan bahwa persoalan konser Israel Houghton dan polemik konser Andrea Bocelli merupakan dua persoalan berbeda yang perlu dinilai berdasarkan fakta, konteks, dan ketentuan masing-masing.
Terkait rencana konser Andrea Bocelli, PP KAMMI mendorong pemerintah untuk menanggapi aspirasi yang berkembang secara terbuka, melakukan klarifikasi terhadap informasi yang dipersoalkan, serta menjelaskan dasar kebijakan yang akan diambil.
PP KAMMI juga mengajak organisasi mahasiswa Islam, aktivis dakwah, tokoh umat, dan elemen masyarakat sipil untuk mengawal persoalan ini melalui dialog, konsolidasi, serta penyampaian aspirasi secara damai dan konstitusional.
Bagi PP KAMMI, penguatan pariwisata nasional, persatuan masyarakat, dan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina perlu ditempatkan dalam kerangka kepentingan nasional dan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
Kontak Media:
Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI)

