KAMMI MALUKU: PENATAAN KAWASAN MUARA WAITOMU BERPELUANG PERINDAH KOTA AMBON, DORONG UMKM, DAN TINGKATKAN PAD
LENTERA.PRESS, AMBON — Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Wilayah Maluku melalui Mustakim Rumasukun, S.Si., menilai pembangunan dan penataan kawasan Muara Sungai Waitomu di Kota Ambon berpotensi memberikan manfaat bagi masyarakat, mulai dari memperindah wajah kota, memperluas ruang parkir, membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM, hingga meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Menurut Mustakim, pembangunan kawasan perkotaan perlu dilihat secara menyeluruh, bukan hanya dari sisi perubahan fisik, tetapi juga dari manfaat ekonomi, sosial, dan tata ruang yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Penataan kawasan Muara Waitomu memiliki peluang untuk memberikan nilai tambah bagi Kota Ambon. Selain memperindah wajah kota, kawasan ini dapat ditata agar lebih tertib, menyediakan ruang parkir yang memadai, membuka ruang bagi UMKM, serta menciptakan potensi sumber pendapatan bagi daerah,” ujar Mustakim.
Ia menegaskan bahwa setiap pembangunan harus berorientasi pada kepentingan publik. Karena itu, manfaat yang dihasilkan perlu diukur dari sejauh mana masyarakat memperoleh akses, peluang ekonomi, kenyamanan, dan peningkatan kualitas ruang kota.
Menurutnya, keberadaan ruang usaha yang tertata dapat menjadi peluang bagi pedagang kecil dan pelaku UMKM untuk mengembangkan kegiatan ekonomi. Sementara itu, penataan parkir dan kawasan sekitar diharapkan mampu mendukung kelancaran aktivitas masyarakat serta meningkatkan daya tarik kawasan perkotaan.
Lingkungan Tetap Menjadi Perhatian Utama
Meski demikian, Mustakim menekankan bahwa pembangunan di kawasan muara sungai harus tetap memperhatikan aspek lingkungan dan mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan.
Kajian mengenai dampak terhadap aliran sungai, kualitas air, drainase, risiko banjir, sedimentasi, serta kondisi ekosistem perlu menjadi bagian penting dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.
“Manfaat pembangunan harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan. Kita tentu ingin Kota Ambon semakin indah, ekonomi masyarakat tumbuh, UMKM berkembang, dan PAD meningkat. Namun, semua itu harus dilakukan dengan memperhatikan daya dukung lingkungan serta memenuhi ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Ia juga menilai bahwa keterbukaan informasi kepada masyarakat menjadi hal penting agar publik dapat memahami tujuan pembangunan, manfaat yang hendak dicapai, serta langkah-langkah yang dilakukan untuk mengantisipasi dampak lingkungan.
Dorong Sinergi untuk Ambon Pung Bae
Mustakim mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melihat penataan kawasan Muara Waitomu secara objektif dan mengedepankan dialog yang konstruktif. Ia menilai bahwa setiap langkah pembangunan perlu dievaluasi berdasarkan manfaat publik, kelayakan teknis, kepatuhan hukum, dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Menurutnya, langkah penataan yang dilakukan Kodam XV/Pattimura perlu menjadi ruang untuk membangun sinergi antara pemerintah daerah, TNI, akademisi, pelaku usaha, komunitas lingkungan, dan masyarakat.
“Kita perlu bersama-sama mendorong pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Jika kawasan ini ditata dengan perencanaan yang baik, memperhatikan lingkungan, dan memberikan ruang ekonomi bagi warga, maka manfaatnya dapat dirasakan lebih luas. Mari kita bangun semangat kolaborasi untuk Ambon Pung Bae,” ungkap Mustakim.
Ia berharap penataan kawasan Muara Waitomu dapat dibahas secara terbuka dan komprehensif sehingga kepentingan pembangunan kota, pertumbuhan ekonomi masyarakat, perlindungan lingkungan, dan kepastian hukum dapat berjalan beriringan.
KAMMI Wilayah Maluku mendorong agar setiap pembangunan di Kota Ambon senantiasa menempatkan kepentingan masyarakat sebagai orientasi utama, dengan tetap mengedepankan prinsip pembangunan berkelanjutan, transparansi, dan tanggung jawab lingkungan.
Mustakim Rumasukun, S.Si.
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Wilayah Maluku

