Soroti Konferensi Pers Polres Majene, Wahab: Terkesan Tebang Pilih dan Tendensius

LENTERA.RESS, Majene – Abdul Wahab angkat bicara soal konferensi pers yang dilakukan oleh pihak Humas Polres Majene di Ruang Data Polres Majene, Jumat 2 Mei 2025, terkait kasus dugaan pengeroyokan di STIKes BBM yang tengah bergulir di Polres Majene.

Dalam pernyataannya yang disampaikan kepada kami, ia mempertanyakan alasan dan etika di balik langkah Polres Majene yang menyampaikan progres kasus tersebut secara terbuka kepada publik.

Ia merasa aneh karena kasus dugaan pengeroyokan tidak tergolong luar biasa atau memiliki kepentingan publik yang besar.

Menurutnya, langkah Polres Majene agak lain, terkesan tebang pilih dan seakan haus pujian. Pasalnya ada kasus serupa, namun perlakuannya sangat jauh berbeda.

“Yang aku pertanyakan, apakah konferensi pers ini bersifat wajib? Kalau iya kenapa kasus yang sama tidak dilakukan konferensi pers? Apa mau disebut bekerja profesional, akuntabel dan transparan?” kata Wahab di Majene, Sabtu (3/5/2025).

“Ataukah Polres Majene mengejar sorak sorai dan puja puji dari publik? Kalau demikian adanya, selamat atas konferensi rianya,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa polemik antara HMI dan STIKes BBM sudah usai dan berakhir damai. Ia menyesalkan langkah Polres Majene tersebut dapat melahirkan opini seolah polemik masih berlanjut dan kembali ramai di sosial media.

“Langkah Polres Majene agak lain dan wajar jika kami kecewa karena informasi yang keluar ke publik dapat menimbulkan interpretasi yang salah,” imbuhnya.

Konferensi pers oleh Humas Polres Majene itu disebut dilakukan 2 pekan setelah tersangka diamankan pihak Polres Majene.

Dalam kesempatan tersebut, beberapa poin seperti kronologi dan peran tersangka dalam kejadian ikut disampaikan ke media, termasuk soal pasal yang disangkakan.

Menanggapi itu, Wahab menyatakan keheranannya, karena selama ini ia berpikir bahwa konferensi pers tidak dilakukan Polres Majene pada kasus serupa untuk menjaga privasi terduga pelaku juga korban.

“Selama ini kami berpikir proses hukum di Polres Majene dengan kasus serupa tidak mewajibkan konferensi pers demi menjaga privasi. Namun, nyatanya Polres Majene diskriminatif,” tuturnya.

Ia menyebut bahwa sudah menjadi rahasia umum, penegakan hukum tidak jarang bicara 2 variabel “Siapa dan Bagaimana”. Ia menduga langkah Polres Majene tersebut miskin etika dan kaya akan tendesi terhadap organisasi tersangka. Dimana diketahui 3 tersangka berlatar belakang kader HMI.

“Kita tahu HMI dikenal cukup vokal menyerukan kebenaran dan aspirasi masyarakat. Tidak jarang bahkan HMI melangsungkan aksi di depan Polres Majene. Yah semoga saja konferensi pers ini bukan bentuk aksi pembalasan Polres Majene,” ungkapnya berharap.

“Lebih jauh lagi kita berharap, semoga saja Polres Majene tidak ada niat untuk menggiring opini buruk terhadap HMI ke ruang publik,” timpalnya menutup pernyataan akan langkah Polres Majene. (Rls/M.I.R)

One thought on “Soroti Konferensi Pers Polres Majene, Wahab: Terkesan Tebang Pilih dan Tendensius

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *