LENTERA.PRESS, Jakarta – Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EW LMND) DKI Jakarta menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian kinerja
Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya yang berhasil membawa Jakarta menempati peringkat kedua sebagai kota teraman di Asia Tenggara (ASEAN) tahun 2026.
Berdasarkan laporan Global Residence Index 2026, Jakarta meraih skor 0,72, berada tepat di bawah Singapura (0,90) dan berhasil mengungguli kota-kota besar lainnya seperti Bangkok dan Kuala Lumpur.
Keberhasilan ini dinilai sebagai buah dari penguatan stabilitas sosial dan modernisasi sistem keamanan melalui digitalisasi pengawasan.
Ketua EW LMND DKI Jakarta, Reden Abdul Karim Ginting, menyatakan bahwa pencapaian di bawah kepemimpinan Kapolda Metro Jaya, Irjen. Pol. Asep Edi Suheri, S.I.K., M.Si., merupakan sinyal positif bagi iklim demokrasi dan produktivitas masyarakat di Ibu Kota.
“Kami dari EW LMND DKI Jakarta memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolda Metro Jaya beserta seluruh jajaran. Keberhasilan menempatkan Jakarta sebagai kota teraman kedua di ASEAN dengan skor 0,72 adalah bukti nyata efektivitas program JAGA JAKARTA+ dan transformasi digitalisasi pengawasan yang dijalankan
Polri,” ujar Reden dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Reden menekankan bahwa rasa aman yang tercipta di ruang publik sangat krusial bagi aktivitas mahasiswa dan elemen rakyat lainnya.
Menurutnya, pendekatan keamanan yang modern namun tetap humanis adalah kunci utama dalam menjaga stabilitas di kota global seperti Jakarta.
“Capaian ini bukan sekadar angka statistik, tapi harus dirasakan langsung oleh masyarakat di lapangan. Kami melihat adanya peningkatan signifikan dalam pelayanan keamanan dan responsivitas aparat di titik-titik vital Jakarta,” tambahnya.
Lebih lanjut, Reden berharap prestasi ini terus dipertahankan dan ditingkatkan, terutama dalam menjamin ruang-ruang berekspresi bagi mahasiswa agar tetap aman dan kondusif.
“LMND akan terus bersinergi dan menjadi mitra kritis bagi Polri untuk memastikan bahwa keamanan Jakarta tetap berbasis pada perlindungan hak-hak sipil dan pelayanan yang mengayomi seluruh lapisan rakyat,” tutup Reden.
Sebagaimana diketahui, keberhasilan Jakarta meraih predikat ini didorong oleh tiga pilar utama: peningkatan keamanan perkotaan melalui program JAGA JAKARTA+, terjaganya stabilitas sosial, serta masifnya digitalisasi pengawasan di berbagai sudut kota.

