LENTERA.PRESS, Medan — Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar, terus menunjukkan komitmennya terhadap gerakan penghijauan nasional melalui kampanye “Tanam Sejuta Pohon untuk Indonesia”. Kegiatan tersebut kembali digelorakan saat kunjungan kerja di kawasan pesisir Danau Toba, Sumatera Utara, sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran lingkungan dan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, Taruna Ikrar turut didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan BPOM RI dr. Elfi Ikrar yang bersama-sama melakukan penanaman pohon dan menyapa masyarakat setempat. Kehadiran keduanya mencerminkan semangat kolaborasi dan kepedulian sosial dalam mendorong gerakan penghijauan nasional.
Pemilihan kawasan pesisir Danau Toba dinilai memiliki makna strategis karena Danau Toba merupakan salah satu kawasan wisata prioritas nasional sekaligus ekosistem penting yang harus dijaga kelestariannya. Gerakan penanaman pohon tersebut diharapkan dapat membantu menjaga keseimbangan lingkungan, mencegah erosi, serta memperkuat konservasi alam di kawasan tersebut.
Beragam jenis pohon ditanam dalam kegiatan itu, mulai dari tanaman pelindung hingga tanaman produktif yang memiliki manfaat ekonomi dan ekologis bagi masyarakat. Salah satu pohon yang menjadi perhatian adalah pohon durian yang dinilai cocok dikembangkan sebagai tanaman produktif jangka panjang sekaligus mendukung penghijauan kawasan.
“Menanam pohon adalah menanam kehidupan. Kita ingin Indonesia tidak hanya maju dalam sektor ekonomi dan kesehatan, tetapi juga menjadi bangsa yang peduli terhadap kelestarian alam. Gerakan sejuta pohon ini adalah gerakan moral dan gerakan peradaban,” ujar Taruna Ikrar.
Taruna menegaskan bahwa kerusakan lingkungan dan perubahan iklim memiliki dampak langsung terhadap kesehatan masyarakat. Karena itu, pembangunan Indonesia ke depan harus berjalan seiring dengan upaya menjaga alam dan ekosistem.
Taruna juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari generasi muda, komunitas lokal, pemerintah daerah, hingga dunia usaha untuk menjadikan budaya menanam pohon sebagai gerakan nasional yang berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
“Kalau satu orang menanam satu pohon dan menjaganya dengan tulus, maka kita sedang membangun harapan baru bagi generasi mendatang. Indonesia membutuhkan oksigen, membutuhkan ruang hijau, dan membutuhkan kesadaran kolektif untuk menjaga bumi,” katanya.
Kegiatan penanaman pohon di pesisir Danau Toba tersebut juga menjadi simbol kepedulian terhadap masa depan lingkungan Indonesia. Dalam kesempatan itu, Taruna Ikrar dan dr. Elfi Ikrar turut berdialog dengan masyarakat dan mengajak generasi muda agar lebih aktif menjaga alam sebagai bagian dari tanggung jawab bersama terhadap bangsa dan generasi mendatang.

