Bukan Limbah Dapur MBG, Luapan Air di Jalan Makmur dan Merdeka Akibat Selokan Tersumbat Sampah

LENTERA.PRESS, Bone — Menanggapi pemberitaan terkait meluapnya air hingga menggenangi Jalan Makmur dan Jalan Merdeka yang menimbulkan bau tak sedap, pihak Yayasan dan pengelola SPPG jalan Makmur dan Merdeka memberikan counter opini sekaligus klarifikasi menyeluruh.

Warga sempat mengeluhkan dan menduga bahwa genangan tersebut bersumber dari kegagalan pengelolaan limbah dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, setelah dilakukan pengecekan langsung di lapangan, ditemukan bahwa penyebab utama luapan air adalah tersumbatnya saluran drainase akibat sedimentasi (pengendapan), banyaknya sampah plastik, serta sisa-sisa material dari pekerjaan selokan sebelumnya.

Mendengar keluhan warga, Pembina Yayasan, Mujiburrahman, langsung mengambil langkah taktis. Ia segera berkoordinasi dengan Person in Charge (PIC) Yayasan dan Kepala Kantor KPPG Sulsel untuk menuntaskan masalah tersebut. “Kami langsung berkomunikasi dengan pihak PIC Yayasan dan KPPG Sulsel. Target kami, masalah genangan dan sumbatan ini harus selesai dalam waktu 2 hari,”.

Ia menambahkan bahwa Total kubikasi daya tampung limbah mencapai 18,5 m³, dengan rincian; Bak Greastrap 3 m³, Bak Ekualisasi 8,5 m³, Bak hasil; 1,5 m³, Bak IPAL Biru; 3,5 m³ dan terakhir Tabung filter dan Sumur resapan sekitar 2 m³. Angka tersebut melebih jumlah debet air yang dikeluarkan dapur SPPG setiap harinya dengan perhitungan 2.500 penerima manfaat.

Sebagai bentuk komitmen nyata, Hutari Ningsih selaku PIC Yayasan juga telah menjalin komunikasi dengan pihak sekolah yang berada tepat di sebelah SPPG jakan Makmur. Pihak yayasan berkomitmen penuh untuk membiayai pembuatan gorong-gorong baru agar aliran air ke depannya bisa mengalir dengan cepat dan lancar tanpa hambatan.

Pihak pengelola menegaskan bahwa sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dimiliki SPPG Makmur dan Merdeka di Bone sangat besar dan mumpuni untuk menampung aktivitas dapur MBG. Debit air dari hasil pengolahan Makan Bergizi Gratis memang cukup besar. Namun, mereka menekankan bahwa infrastruktur IPAL sudah selesai dibangun secara maksimal. Bahkan, proses aerasi dan kloronisasi telah dilakukan untuk mengurai dan menghilangkan bau tak sedap pada air limbah.

​Per hari ini, air limbah dipastikan sudah terurai dengan baik. Pihak SPPG kini tinggal menunggu kedatangan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bone untuk melakukan pengujian sampel air baku limbah dapur tersebut guna memastikan keamanannya secara ilmiah.

​Kepala SPPG Watampone jalan Makmur, Andi Ahmad Fauzan, mengapresiasi gerak cepat dan niat baik dari pihak yayasan yang langsung dibuktikan dalam dua hari terakhir. Sumbatan pada aliran drainase yang selama ini tertahan oleh sedimen tanah dan tumpukan sampah plastik kini telah berhasil diatasi. Aksi pembersihan dan pengerukan saluran tersebut dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan petugas dari Damkar Kabupaten Bone.

Salah satu warga yg tinggal disebelah Gedung SPPG, Gunawan Chandra Juga berterimakasih atas gerak cepat yg dilakukan oleh Dapur MBG karena bergerak cepat atas masalah yg ada, pihak SPPG langsung membersihkan got yang bertumpukan sampah, gorong gorong beton yang runtuh padahal sebenarnya ini bukan tanggung jawab SPPG. Semoga hal seperti ini bisa terus dipertahankan kedepannya, ada kepedulian nyata yang dapat dilihat langsung oleh masyarakat.

Dengan dibersihkannya selokan dan rencana pembuatan gorong-gorong baru oleh yayasan diharapkan polemik mengenai luapan air di Jalan Makmur dan Merdeka dapat teratasi sepenuhnya sekaligus mengembalikan kenyamanan warga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *