Ramah Tamah Wisudawan KPI Unismuh Makassar, Kaprodi Dorong Penguatan Jejaring Alumni

LENTERA.PRESS, MAKASSAR — Ketua Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar, Dr. Aliman, Lc., M.Fil.I., menekankan pentingnya menjaga ikatan alumni dan memperkuat konektivitas antarlulusan dalam kegiatan ramah tamah menjelang Wisuda ke-88 Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar. Pesan tersebut disampaikan di hadapan 28 wisudawan dan wisudawati Program Studi KPI dalam kegiatan yang berlangsung di Ruang Meeting VIP Rumah Makan Wong Solo, Jumat, 19 Juni 2026.

Dalam sambutannya, Aliman menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh mahasiswa atas segala kekhilafan yang mungkin terjadi selama proses perkuliahan.

“Saya mewakili seluruh sivitas akademika Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila sejak awal menjadi mahasiswa baru hingga saat ini terdapat kesalahan dan kekhilafan, baik yang dilakukan secara langsung maupun tidak langsung,” ujarnya.

Ia menilai, momentum ramah tamah menjelang wisuda bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari sejarah dan perjalanan hidup para lulusan.

“Momentum pagi hari ini menjadi bagian dari sejarah bagi kita semua. Apalagi, hari Jumat merupakan hari yang penuh berkah. Kita harus senantiasa berbaik sangka, bukan hanya kepada sesama manusia, tetapi juga kepada Allah SWT, karena setiap peristiwa yang terjadi dalam kehidupan pasti mengandung hikmah dan pelajaran,” katanya.

Menurut Aliman, proses menyelesaikan pendidikan tinggi merupakan perjalanan yang tidak mudah dan penuh tantangan. Namun, keberhasilan yang diraih saat ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak.

“Kesuksesan yang kita raih hari ini bukan semata-mata hasil usaha pribadi. Ada peran banyak orang di luar sana yang turut membersamai perjalanan kita. Karena itu, penting bagi kita untuk menjaga konektivitas dan silaturahmi,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa hubungan yang terjalin selama masa studi harus terus dipelihara meskipun proses akademik telah berakhir.

“Setelah ini jangan sampai kita terpisah. Bagaimana kita senantiasa tetap terhubung, karena peluang-peluang yang kita dapatkan sering kali datang melalui orang lain. Inilah yang saya sebut sebagai konektivitas,” jelasnya.

Aliman menambahkan bahwa Ikatan Alumni Komunikasi dan Penyiaran Islam (IKA KPI) menjadi salah satu wadah strategis untuk memperkuat jejaring dan menjaga hubungan antarlulusan.

“IKA KPI merupakan salah satu upaya kita untuk tetap menjaga konektivitas dan silaturahmi. Saya berharap seluruh alumni dapat terus aktif membangun komunikasi dan kolaborasi di bawah naungan organisasi ini,” ujarnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh mahasiswa dan keluarga yang telah mempercayakan proses pendidikan di Program Studi KPI.

“Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Apabila terdapat hal-hal yang berada di luar batas kemampuan kami selama proses pendidikan berlangsung, kami memohon maaf yang setulus-tulusnya,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Program Studi KPI juga memberikan apresiasi kepada sejumlah wisudawan dan wisudawati berprestasi. Penghargaan Kategori Hifdzul Qur’an diraih oleh Ahmad Mubarak, S.Sos., Kategori Prestasi Terbanyak diraih oleh Uly Eka Saputri, S.Sos., Kategori Kompetensi diraih oleh Fatmawati, S.Sos., Kategori Penguasaan Bahasa Asing diraih oleh Miftahul Khaerati Basri, S.Sos., serta Kategori Kekaderan Muhammadiyah diraih oleh Wardah Laila Dzikria, S.Sos., yang telah menyelesaikan jenjang Darul Arqam Dasar (DAD), Darul Arqam Madya (DAM), dan Pelatihan Instruktur Dasar (PID).

Sementara itu, penghargaan IPK Tertinggi diraih oleh Irmayanti, S.Sos., dengan perolehan IPK 3,98. Adapun predikat Wisudawati Terbaik Tingkat Program Studi KPI diraih oleh Wardah Laila Dzikria, S.Sos.

Sebanyak 28 wisudawan dan wisudawati Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam dijadwalkan mengikuti Wisuda ke-88 Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar.

Menutup sambutannya, Aliman berharap para lulusan terus meningkatkan kapasitas diri, memperluas jejaring, dan menjaga hubungan baik dengan almamater.

“Kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tahapan kehidupan berikutnya. Teruslah belajar, tingkatkan kompetensi, dan jagalah silaturahmi. Sebab, keberhasilan di masa depan sangat ditentukan oleh kemampuan kita untuk terus berkembang dan membangun koneksi dengan orang lain,”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *