NTB Ditunjuk sebagai Tuan Rumah ASEAN Youth Geotourism Diplomacy Summit 2026, Momentum Strategis Perkuat Diplomasi Pemuda dan Pariwisata Kawasan

LENTERA.PRESS, Mataram – Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi ditunjuk sebagai tuan rumah ASEAN Youth Geotourism Diplomacy Summit 2026, sebuah forum internasional yang mempertemukan pemuda dari negara-negara ASEAN untuk memperkuat diplomasi kepemudaan, membangun kolaborasi regional, serta mendorong pengembangan geowisata sebagai pilar pembangunan berkelanjutan di Asia Tenggara.

Kepercayaan tersebut merupakan tindak lanjut dari keputusan Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) di bawah kepemimpinan Ketua Umum Muhammad Amri Akbar, S.T., M.E., yang menunjuk Pengurus Wilayah KAMMI Nusa Tenggara Barat (PW KAMMI NTB) sebagai host organizer penyelenggaraan forum internasional tersebut.

Penunjukan NTB sebagai tuan rumah dinilai bukan sekadar kepercayaan untuk menyelenggarakan sebuah konferensi internasional, melainkan menjadi momentum strategis dalam memperkuat posisi Nusa Tenggara Barat sebagai pusat diplomasi kepemudaan, pengembangan geowisata, sekaligus mempercepat terwujudnya NTB sebagai ikon pariwisata mendunia.

Forum ini akan mempertemukan delegasi pemuda dari negara-negara ASEAN bersama perwakilan pemuda Indonesia dalam berbagai agenda strategis yang mencakup diplomasi kepemudaan, kepemimpinan, inovasi, pengembangan geowisata berkelanjutan, pelestarian lingkungan, ekonomi kreatif, hingga penguatan kemitraan regional dalam menghadapi tantangan global.

Dengan kekayaan alam dan budaya yang dimiliki, seperti UNESCO Global Geopark Rinjani, Geopark Tambora, kawasan wisata bahari kelas dunia, serta keberagaman budaya masyarakat Sasambo, NTB dinilai memiliki modal kuat untuk menjadi laboratorium diplomasi pemuda dan destinasi penyelenggaraan agenda internasional yang mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah.

Selain memperkuat hubungan antarnegara ASEAN, penyelenggaraan ASEAN Youth Geotourism Diplomacy Summit 2026 diharapkan mampu mendorong promosi destinasi wisata NTB di tingkat internasional, meningkatkan daya saing ekonomi kreatif dan UMKM, memperluas jejaring investasi, serta memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang aktif membangun diplomasi melalui peran generasi muda.

Ketua Umum PP KAMMI, Muhammad Amri Akbar, S.T., M.E., mengatakan bahwa penunjukan NTB merupakan hasil dari berbagai pertimbangan strategis, baik dari sisi potensi daerah maupun kesiapan sumber daya organisasinya.

“ASEAN Youth Geotourism Diplomacy Summit merupakan bagian dari ikhtiar KAMMI untuk menghadirkan ruang kolaborasi internasional yang dipimpin oleh generasi muda. NTB memiliki potensi geowisata yang diakui dunia, kekayaan budaya yang kuat, serta kader-kader yang memiliki kapasitas untuk menyelenggarakan agenda berskala internasional. Karena itu, kami memberikan mandat kepada PW KAMMI NTB untuk menjadi host organizer dan memastikan forum ini memberikan manfaat nyata, tidak hanya bagi organisasi, tetapi juga bagi masyarakat, daerah, dan Indonesia,” ujar Muhammad Amri Akbar.

Sementara itu, Ketua PW KAMMI NTB, Irwan, menyampaikan bahwa amanah tersebut menjadi kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi seluruh kader KAMMI di Nusa Tenggara Barat.

“Kepercayaan dari PP KAMMI ini akan kami jawab dengan kerja yang profesional, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil. Kami akan membangun sinergi bersama pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, media, dan seluruh pemangku kepentingan agar ASEAN Youth Geotourism Diplomacy Summit 2026 menjadi forum internasional yang memberikan dampak luas bagi pengembangan pariwisata, ekonomi, dan diplomasi kepemudaan. Kami juga berharap momentum ini semakin memperkuat posisi NTB sebagai ikon pariwisata mendunia,” kata Irwan.

Di sisi lain, Ketua Panitia Daerah ASEAN Youth Geotourism Diplomacy Summit 2026 NTB, Hamzan Watoni, menegaskan bahwa panitia mulai mempersiapkan seluruh aspek penyelenggaraan agar forum tersebut menjadi salah satu agenda kepemudaan internasional yang berkesan dan berkualitas.

“Kami ingin ASEAN Youth Geotourism Diplomacy Summit 2026 menjadi lebih dari sekadar forum diskusi. Ini adalah panggung bagi Nusa Tenggara Barat untuk memperkenalkan kekayaan geopark, budaya, destinasi wisata, ekonomi kreatif, dan keramahan masyarakatnya kepada dunia. Melalui forum ini, kami ingin membangun jejaring kolaborasi antarnegara ASEAN sekaligus memperlihatkan bahwa NTB layak menjadi pusat kegiatan internasional di bidang kepemudaan dan geowisata,” ujar Hamzan Watoni.

Menurut Hamzan, forum tersebut juga menjadi kesempatan strategis untuk memperkuat diplomasi masyarakat (people-to-people diplomacy) yang melibatkan generasi muda sebagai aktor utama dalam membangun hubungan antarbangsa.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, serta seluruh pemuda NTB untuk bersama-sama menyukseskan agenda ini. Keberhasilan ASEAN Youth Geotourism Diplomacy Summit 2026 bukan hanya menjadi keberhasilan panitia atau KAMMI, tetapi menjadi kebanggaan masyarakat Nusa Tenggara Barat dan Indonesia. Kami ingin meninggalkan warisan berupa kolaborasi internasional yang berkelanjutan serta memperkuat posisi NTB sebagai ikon pariwisata mendunia dan pusat diplomasi pemuda di kawasan ASEAN,” tutup Hamzan.

ASEAN Youth Geotourism Diplomacy Summit 2026 diharapkan menjadi tonggak baru dalam penguatan diplomasi kepemudaan Indonesia di tingkat regional, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di bidang pariwisata, pendidikan, lingkungan hidup, ekonomi kreatif, investasi, dan pembangunan berkelanjutan. Melalui penyelenggaraan forum ini, NTB diharapkan semakin dikenal sebagai daerah yang tidak hanya kaya akan keindahan alam dan budaya, tetapi juga mampu menjadi tuan rumah agenda internasional yang berkualitas, profesional, dan berdampak bagi kemajuan kawasan ASEAN.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *