IKA KPI Unismuh Tekankan Kompetensi dan Akhlak Lulusan Hadapi Dunia Kerja
5 mins read

IKA KPI Unismuh Tekankan Kompetensi dan Akhlak Lulusan Hadapi Dunia Kerja

LENTERA.PRESS, MAKASSAR — Ikatan Alumni Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar (IKA KPI FAI Unismuh) mendorong lulusan Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) memadukan kompetensi profesional, akhlak, dan jejaring alumni untuk menghadapi persaingan dunia kerja. Pesan tersebut mengemuka dalam ramah tamah tingkat program studi di Wong Solo, Makassar, Minggu, 18 Oktober 2026, sebagai bekal bagi lulusan untuk memasuki dunia profesional sekaligus menjalankan tanggung jawab sosial sebagai sarjana.

Humas IKA KPI FAI Unismuh, Arinal Hidayah, S.Sos., M.Sos., menekankan pentingnya membangun portofolio sebagai bukti konkret kemampuan dan pengalaman lulusan. Sementara itu, perwakilan dosen KPI FAI Unismuh, Muh. Agil Husain, S.Sos., M.Pd., mengingatkan bahwa kompetensi tersebut harus berjalan seiring dengan akhlak dan perilaku yang baik. Kedua pandangan ini menempatkan kesiapan kerja bukan hanya sebagai persoalan memperoleh pekerjaan, tetapi juga tentang bagaimana lulusan membangun reputasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Portofolio itu penting untuk Anda bangun, Anda bikin,” kata Arinal saat menyampaikan pesan kepada para lulusan.

Menurut Arinal, portofolio perlu memuat rekam jejak mahasiswa selama menempuh pendidikan, mulai dari pengalaman organisasi, kepanitiaan, magang, prestasi, hingga keterampilan profesional. Dokumentasi tersebut dapat menjadi bukti kemampuan yang membedakan seorang pelamar dari kandidat lain ketika memasuki proses seleksi kerja.

Arinal juga mengingatkan bahwa penyusunan daftar riwayat hidup atau curriculum vitae (CV) harus mempertimbangkan kebutuhan institusi yang dituju. Lulusan perlu menampilkan pengalaman yang relevan dengan posisi yang dilamar sehingga CV tidak sekadar menjadi daftar aktivitas, tetapi juga menunjukkan hubungan antara pengalaman, keterampilan, dan kebutuhan calon pemberi kerja.

Jika Arinal menyoroti bagaimana lulusan membangun dan menunjukkan kompetensinya, Agil mengingatkan bahwa kemampuan tersebut harus disertai karakter yang baik. Menurut Agil, masyarakat tidak hanya menilai sarjana dari gelar dan keterampilan yang dimiliki, tetapi juga dari cara mereka bersikap, berkomunikasi, dan berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari.

“Belajar dulu adab sebelum belajar ilmu,” kata Agil, mengutip pesan yang dinisbatkan kepada Imam Malik.

Agil menjelaskan, pendidikan mencakup tiga aspek, yakni kognitif, afektif, dan psikomotorik. Aspek kognitif berkaitan dengan pengetahuan, psikomotorik mencakup keterampilan praktis, sedangkan afektif berhubungan dengan sikap, moral, dan perilaku. Menurut dia, ketiganya perlu berkembang secara seimbang agar lulusan tidak hanya menguasai bidang keilmuannya, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan secara bertanggung jawab.

Dalam konteks lulusan KPI, keterampilan jurnalistik, desain grafis, penyuntingan video, komunikasi publik, dan hubungan masyarakat dapat menjadi modal untuk memasuki beragam sektor pekerjaan. Namun, Agil mengingatkan bahwa keterampilan tersebut perlu didukung kemampuan bersosialisasi, pengendalian diri, dan akhlak yang baik agar profesionalisme tidak terpisah dari tanggung jawab moral.

Penekanan Arinal dan Agil saling melengkapi. Portofolio membantu lulusan menunjukkan kemampuan yang mereka miliki, sedangkan akhlak tercermin melalui cara mereka menjalankan pekerjaan dan memperlakukan orang lain. Jejaring alumni juga dapat menjadi ruang untuk mempertemukan kompetensi, kepercayaan, dan kesempatan menghasilkan kontribusi yang lebih luas.

Arinal menyebutkan, berdasarkan data yang dimilikinya, jumlah alumni KPI Unismuh telah mencapai 608 orang. Jumlah tersebut menjadi potensi jejaring untuk memperluas pertukaran informasi, menghubungkan kebutuhan tenaga profesional, dan membuka peluang kolaborasi antarlulusan.

“Jadi tetap terhubung dan terkoneksi di grup-grup kita,” ujar Arinal.

Menurut Arinal, informasi mengenai kompetensi alumni dibutuhkan ketika organisasi atau jejaring profesional memperoleh kesempatan mengerjakan proyek tertentu. Pendataan yang baik dapat membantu mengidentifikasi lulusan yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan, baik dalam bidang jurnalistik, penyuntingan video, desain grafis, maupun pengelolaan hubungan masyarakat.

Agil juga mengingatkan agar lulusan tidak membatasi kontribusi sosial hanya pada profesi tertentu. Sarjana KPI dapat mengambil peran melalui jurnalistik, penyiaran, hubungan masyarakat, komunikasi publik, dan berbagai bidang lain sesuai dengan kompetensinya. Menurut dia, ukuran kebermanfaatan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh jabatan, tetapi juga oleh kontribusi nyata yang diberikan kepada masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Andi Rahmat Yusuf Ihraja, S.Sos., tercatat sebagai wisudawan terbaik tingkat Program Studi KPI FAI Unismuh. Ikhsan Musaddiq, S.Sos., meraih penghargaan indeks prestasi kumulatif (IPK) tertinggi dengan nilai 3,99 serta kategori penguasaan bahasa Arab. Andi Rahmat juga menerima penghargaan hafiz Al-Qur’an 30 juz dan prestasi terbanyak, sedangkan Adaha Nabilla Abas, S.Sos., meraih penghargaan kompetensi jurnalistik.

Penghargaan dedikasi organisasi diberikan kepada Muh. Fadhil Firjatullah, S.Sos. Pemberian penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap capaian akademik dan keterlibatan mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi selama menempuh pendidikan.

Dalam pesannya kepada sesama lulusan, Andi Rahmat mengingatkan bahwa kelulusan bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal untuk mengamalkan ilmu yang telah diperoleh selama kuliah. Ia menekankan pentingnya membagikan pengetahuan dan menjaga dukungan dari orang tua, dosen, serta teman-teman agar lulusan dapat tumbuh menjadi pribadi yang bermanfaat.

Ramah tamah tersebut turut dihadiri Muh. Agil Husain yang mewakili program studi dan dosen KPI FAI Unismuh, Ketua IKA KPI FAI Unismuh Aswar Nawawi, S.Sos., M.Sos., serta Humas IKA KPI FAI Unismuh Arinal Hidayah. Pertemuan itu menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antara lulusan, dosen, dan organisasi alumni dalam mendukung perkembangan profesional para sarjana.

Melalui penguatan portofolio, pengembangan kompetensi, pemeliharaan jejaring alumni, dan pembentukan akhlak, lulusan KPI diharapkan lebih siap menghadapi dunia kerja sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat. Tantangannya bukan hanya memperoleh pekerjaan, melainkan membangun reputasi profesional yang bertumpu pada kemampuan, integritas, dan kebermanfaatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *