BEM FEB Unismuh Makassar Hadirkan Tiyo Ardianto Dalam Dialog Kebangsaan: Menakar Demokrasi,Hukum,politik dan Urgensi Reformasi Jilid II

LENTERA.PRESS, Makassar – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (BEM FEB) Universitas Muhammadiyah Makassar kembali menghadirkan ruang intelektual melalui Dialog Kebangsaan dengan menghadirkan Tiyo Ardianto sebagai narasumber. Kegiatan ini mengangkat tema besar mengenai demokrasi, hukum, politik, dan urgensi Reformasi Jilid II di Indonesia sebagai upaya mendorong kesadaran kritis mahasiswa terhadap dinamika kebangsaan yang sedang dihadapi bangsa.

Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa dan berbagai elemen organisasi kemahasiswaan tersebut berlangsung secara interaktif dan penuh antusias. Dialog ini menjadi wadah untuk membedah kondisi demokrasi Indonesia, tantangan penegakan hukum, serta perkembangan politik nasional yang dinilai masih menyisakan berbagai persoalan mendasar.

Dalam pemaparannya, Tiyo Ardianto menegaskan bahwa demokrasi Indonesia saat ini tengah menghadapi berbagai tantangan, mulai dari menurunnya kepercayaan publik terhadap institusi negara, lemahnya penegakan hukum, hingga praktik politik yang sering kali menjauh dari kepentingan rakyat. Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama agar cita-cita reformasi yang diperjuangkan sejak 1998 tidak kehilangan arah.

Selain itu, diskusi juga menyoroti urgensi Reformasi Jilid II. Reformasi Jilid II dipahami bukan sebagai pengulangan gerakan Reformasi 1998, melainkan sebagai refleksi dan dorongan untuk menyempurnakan agenda reformasi yang dinilai belum sepenuhnya tercapai. Penguatan demokrasi, supremasi hukum, pemberantasan korupsi, serta peningkatan partisipasi publik dalam proses politik menjadi bagian penting dari tuntutan tersebut.

Ketua BEM FEB Unismuh Makassar, Iqbal, menyampaikan bahwa forum ini merupakan bagian dari tanggung jawab moral mahasiswa untuk terus menjaga ruang demokrasi dan mengawal perjalanan bangsa.

“Reformasi Jilid II merupakan panggilan bagi generasi muda untuk kembali menghidupkan semangat perubahan. Mahasiswa tidak boleh kehilangan daya kritisnya terhadap berbagai persoalan demokrasi, hukum, dan politik yang terjadi di Indonesia. Sudah saatnya mahasiswa mengambil peran sebagai kekuatan moral dalam mengawal cita-cita reformasi yang belum sepenuhnya terwujud,” ujar Iqbal.

Ia juga menegaskan bahwa kampus harus tetap menjadi ruang dialektika dan laboratorium gagasan bagi lahirnya pemikiran-pemikiran progresif yang berpihak pada kepentingan rakyat.

Di akhir kegiatan, Iqbal mengungkapkan bahwa kehadiran Tiyo Ardianto dalam Dialog Kebangsaan ini bukanlah yang terakhir. Ia menyampaikan bahwa Tiyo Ardianto akan kembali ke Makassar pada bulan Juli mendatang untuk mengisi kegiatan “Akademi Politik” yang diselenggarakan oleh BEM FEB Unismuh Makassar.

“Antusiasme peserta pada dialog hari ini menunjukkan bahwa ruang-ruang diskusi kebangsaan masih sangat dibutuhkan oleh mahasiswa. Karena itu, kami kembali menghadirkan Bang Tiyo Ardianto pada bulan Juli nanti dalam kegiatan Madrasah Politik BEM FEB Unismuh Makassar sebagai upaya memperkuat literasi politik dan memperluas wawasan kebangsaan mahasiswa,” tambah Iqbal.

Kegiatan madrasah Politik tersebut direncanakan menjadi wadah pengkaderan intelektual bagi mahasiswa untuk memperdalam pemahaman mengenai demokrasi, kepemimpinan, kebijakan publik, serta peran generasi muda dalam menjawab tantangan kebangsaan. Kehadiran kembali Tiyo Ardianto diharapkan dapat semakin menguatkan semangat mahasiswa dalam membangun tradisi berpikir kritis dan berkontribusi bagi kemajuan demokrasi di Indonesia.

Melalui Dialog Kebangsaan ini, BEM FEB Unismuh Makassar menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang-ruang intelektual yang mendorong tumbuhnya kesadaran kritis, memperkuat budaya diskusi, dan menghidupkan kembali semangat mahasiswa sebagai kekuatan moral dalam mengawal demokrasi, hukum, dan politik di Indonesia.

BIDIL BEM FEB Unismuh Makassar
“Merawat Nalar Kritis, Mengawal Demokrasi, dan Menyuarakan Perubahan.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *