Himaprodi KPI Unismuh Makassar Gelar Workshop Da’i dan Seminar yang bertemakan Dakwah Global

LENTERA.PRESS, MAKASSAR — Membawa isu dakwah keluar dari ruang-ruang lokal menuju persoalan kemanusiaan global, Himpunan Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (Himaprodi KPI) Universitas Muhammadiyah Makassar menggelar Pembukaan Workshop Da’i yang dirangkaikan dengan seminar bertajuk “Dakwah Global di Tengah Krisis Kemanusiaan: Menelaah Konflik, Solidaritas, dan Tanggung Jawab Dakwah Umat Islam”, Rabu (12/8/2026), di Aula Kedokteran Kampus Universitas Muhammadiyah Makassar. Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga menjelang zuhur tersebut diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Makassar.

Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperluas pemahaman mengenai dakwah di tengah perkembangan global dan berbagai persoalan kemanusiaan. Tidak hanya diikuti mahasiswa Program Studi KPI, peserta juga berasal dari berbagai program studi di lingkungan Universitas Muhammadiyah Makassar serta sejumlah perguruan tinggi lain, di antaranya Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Universitas Negeri Makassar (UNM), dan Universitas Muslim Indonesia (UMI).

Pembukaan kegiatan dihadiri sejumlah unsur pimpinan dan organisasi mahasiswa di lingkungan Fakultas Agama Islam (FAI) Unismuh Makassar. Hadir Wakil Dekan I FAI Unismuh Makassar, Dr. Ilham Muchtar, Lc., M.A.; Ketua Program Studi KPI Unismuh Makassar, Aliman, Lc., M.Fil.I.; Ketua BEM FAI Unismuh Makassar, Ramdayani; Ketua Umum Himaprodi KPI Unismuh Makassar, Erwin; serta para ketua lembaga se-FAI Unismuh Makassar.

Rangkaian seminar diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari pihak-pihak terkait sebelum memasuki sesi utama, yakni pemaparan materi oleh dua narasumber. Seminar ini menghadirkan Dr. dr. Ibrahim Abdullah, seorang dokter spesialis bedah ortopedi berkebangsaan Palestina yang lahir di Gaza dan menempuh pendidikan S3 Ulumul Islamiyah di Universitas Al-Azhar, Mesir.

Narasumber kedua adalah Muslahuddin As’ad, Lc., M.Pd., dosen Program Studi KPI FAI Unismuh Makassar sekaligus dosen Ma’had Al-Birr Unismuh Makassar. Keduanya menghadirkan perspektif yang saling melengkapi dalam membahas dakwah, realitas kemanusiaan, serta tanggung jawab umat Islam dalam menghadapi berbagai persoalan global.

Dalam penyampaian materi, Dr. dr. Ibrahim Abdullah menggunakan bahasa Arab. Untuk membantu peserta memahami materi secara utuh, sesi tersebut didampingi Rizal Mananu, S.H.I., M.H.I., selaku moderator yang sekaligus menerjemahkan dan menjembatani penyampaian materi kepada peserta. Hal tersebut membuat pembahasan tetap dapat diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang.

Tema seminar mengangkat persoalan yang semakin relevan dengan perkembangan dakwah saat ini. Di tengah kemudahan masyarakat memperoleh informasi melalui media digital, seorang dai tidak cukup hanya memiliki kemampuan berbicara dan menyampaikan pesan keagamaan. Dai juga dituntut mampu membaca realitas sosial, memahami persoalan kemanusiaan, memilah informasi, serta menyampaikan pesan Islam secara bijaksana dan bertanggung jawab.

Bagi mahasiswa KPI, kemampuan tersebut menjadi semakin penting karena perkembangan teknologi telah menjadikan media sebagai salah satu ruang utama berlangsungnya dakwah. Media sosial, jurnalistik, penyiaran, film, siniar (podcast), dan berbagai platform digital dapat menjadi sarana untuk membangun kesadaran publik, menyebarkan informasi yang benar, memperkuat solidaritas, serta menghadirkan pesan Islam yang mencerdaskan.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Peserta mengikuti pemaparan materi dengan aktif dan terlibat dalam sesi tanya jawab serta dialog interaktif. Kehadiran mahasiswa dari berbagai kampus turut menciptakan ruang pertukaran gagasan yang lebih luas mengenai dakwah dan persoalan umat di tengah masyarakat global.

Melalui program kerja Workshop Da’i ini, Himaprodi KPI Unismuh Makassar berupaya meningkatkan kapasitas mahasiswa sebagai calon dai yang tidak hanya mampu menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga memiliki wawasan luas, kemampuan komunikasi, kepekaan sosial, serta kesiapan menghadapi tantangan dakwah di era digital. Kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu langkah dalam membentuk kader dakwah yang adaptif, profesional, dan mampu menghadirkan nilai-nilai Islam secara relevan di tengah masyarakat.

Lebih jauh, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti setelah seminar dan workshop berakhir. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh peserta diharapkan dapat diterapkan dalam aktivitas dakwah, organisasi, maupun kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi mampu mengambil peran sebagai generasi yang menyuarakan nilai kemanusiaan, memperkuat solidaritas, dan menghadirkan dakwah yang membawa rahmat bagi kehidupan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *