Padati Gedung Iqra, 193 Peserta Tengah Unjuk Gigi di ICOMFEST 5 Himaprodi KPI Unismuh
1 min read

Padati Gedung Iqra, 193 Peserta Tengah Unjuk Gigi di ICOMFEST 5 Himaprodi KPI Unismuh

LENTERA.PRESS, MAKASSAR — Sebanyak 193 peserta mengikuti delapan cabang lomba dalam Islamic Communication Festival (ICOMFEST) V yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (Himaprodi KPI), Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar). Pada Sabtu, 24 Oktober 2026, lomba secara luring berlangsung di lantai 4 Fakultas Agama Islam (FAI), Gedung Iqra, Unismuh Makassar, sementara tiga cabang lainnya dilaksanakan secara daring pada Kamis 22 Oktober 2026.

Peserta berasal dari 12 perguruan tinggi serta 23 sekolah dan pesantren. Kegiatan ini menjadi wadah bagi pelajar dan mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kreativitas, serta keterampilan menyampaikan pesan dakwah.

Lima cabang lomba dilaksanakan secara luring, yakni pidato bahasa Indonesia dengan 28 peserta, pidato bahasa Arab sebanyak 24 peserta, pidato bahasa Inggris sebanyak 21 peserta, Hifzil Qur’an 5 Juz dengan 29 peserta, dan Hifzil Qur’an 10 Juz sebanyak 31 peserta.

Adapun tiga cabang yang dilaksanakan secara daring meliputi desain poster dengan 25 peserta, video dakwah kreatif sebanyak 16 peserta, dan news reading sebanyak 19 peserta.

Sejumlah orang tua dan keluarga turut hadir untuk memberikan dukungan kepada peserta yang mengikuti perlombaan secara langsung. Kehadiran mereka menambah semarak kegiatan yang mempertemukan pelajar dan mahasiswa dari berbagai institusi tersebut.

Ketua Panitia ICOMFEST 5, Muhammad Hairullah Muhlis Makatutu, menegaskan komitmen panitia dalam memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta. “Kami mengerahkan seluruh tenaga untuk memberikan pelayanan terbaik kepada peserta ICOMFEST 5,” ungkapnya.

ICOMFEST V mengusung tema “Kreativitas Da’wah Berkemajuan”. Melalui delapan cabang lomba, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong generasi muda mengembangkan potensi komunikasi dan kreativitas dakwah yang relevan dengan perkembangan zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *