LENTERA.PRESS, MAKASSAR – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar) yang sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Panakkukang turut menjadi panitia pelaksana Pelatihan Guru Mengaji bertema “Implementasi Kurikulum TK-TPA/TPQ”, Selasa, 11 Agustus 2026. Pelatihan yang diikuti 46 guru mengaji tersebut digelar untuk memperkuat kapasitas pengajar dalam menerapkan kurikulum pendidikan Al-Qur’an.
Kegiatan tersebut melibatkan KUA Kecamatan Panakkukang dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar. Selain peserta pelatihan, agenda itu dihadiri unsur Kementerian Agama Kota Makassar, jajaran KUA, penyuluh agama, mahasiswa PKL Unismuh Makassar dan Universitas Muslim Indonesia (UMI), serta pihak terkait lainnya.
Pelaksanaan acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Kementerian Agama. Setelah laporan ketua panitia dan sambutan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar, Dr. H. Muhammad, S.Ag., M.Ag., memberikan arahan sekaligus membuka pelatihan.
Dalam sambutannya, Dr. H. Muhammad menekankan pentingnya kesempatan belajar bagi guru mengaji untuk meningkatkan kapasitas dalam menjalankan peran di tengah masyarakat.
“Kita diberikan kesempatan untuk meningkatkan kapasitas kita sebagai guru mengaji masyarakat,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Ia menjelaskan bahwa ilmu yang diperoleh tidak berhenti pada proses belajar, tetapi perlu diamalkan agar memberikan manfaat kepada orang lain. Menurutnya, pelatihan menjadi salah satu sarana untuk memperluas pengetahuan sekaligus meningkatkan kualitas pengajaran kepada anak-anak.
Dr. H. Muhammad juga menyoroti besarnya peran guru dalam membentuk generasi melalui pendidikan. “Guru-guru juga diberi potensi yang luar biasa untuk mengajari anak-anak menjadi orang yang luar biasa,” katanya.
Pesan tersebut sejalan dengan tema pelatihan yang berfokus pada implementasi kurikulum TK-TPA/TPQ. Pemahaman terhadap kurikulum diharapkan membantu para pengajar menyusun proses pembelajaran yang lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. H. Muhammad juga menyampaikan harapan agar pembinaan pendidikan Al-Qur’an dilakukan secara bersama-sama oleh berbagai pihak. Ia menilai sinergi antara pemerintah, lembaga keagamaan, pengelola zakat, dan masyarakat diperlukan untuk memperkuat pendidikan keagamaan.
“Kita ingin membangun masyarakat Makassar menjadi generasi Qurani,” ujar Dr. H. Muhammad saat memberikan sambutan sekaligus membuka pelatihan.
Sementara itu, Ketua Panitia, Ustaz Benny Ma’ruf, S.Ag., menyampaikan laporan mengenai pelaksanaan kegiatan sebelum agenda dilanjutkan dengan sambutan dan pembukaan. Pelatihan kemudian memasuki sesi utama berupa penyampaian materi mengenai implementasi kurikulum TK-TPA/TPQ kepada para peserta.
Dukungan BAZNAS Kota Makassar turut menjadi bagian dalam penyelenggaraan pelatihan tersebut. Kolaborasi ini mempertemukan unsur pelayanan keagamaan dengan para guru mengaji yang memiliki peran langsung dalam pendidikan Al-Qur’an di lingkungan masyarakat.
Di balik pelaksanaan acara, mahasiswa PKL Unismuh Makassar turut mengambil peran dalam kepanitiaan. Mereka membantu persiapan teknis, koordinasi peserta, kebutuhan acara, serta memastikan setiap rangkaian berjalan sesuai susunan yang telah dipersiapkan.
Mahasiswa UMI yang juga sedang menjalani PKL di KUA Kecamatan Panakkukang turut terlibat dalam kepanitiaan. Kolaborasi tersebut memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk bekerja sama, membagi tanggung jawab, dan berkoordinasi dengan berbagai pihak dalam penyelenggaraan kegiatan.
Bagi mahasiswa Program Studi Ahwal Syakhshiyah, keterlibatan tersebut menjadi pengalaman praktis yang melengkapi pembelajaran di ruang kuliah. Mereka dapat melihat secara langsung pelaksanaan pembinaan keagamaan di masyarakat sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi, koordinasi, dan pengelolaan kegiatan.
Sebanyak 46 guru mengaji mengikuti pelatihan dengan materi yang diharapkan dapat diterapkan di lembaga TK-TPA/TPQ masing-masing. Penguatan kompetensi tersebut diharapkan turut meningkatkan kualitas proses pendidikan Al-Qur’an bagi anak-anak di Kota Makassar.
Pelatihan ini sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi antara lembaga keagamaan, pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam mendukung pendidikan Al-Qur’an. Bagi mahasiswa, keterlibatan di lapangan menjadi bagian dari proses PKL yang tidak hanya berorientasi pada pengalaman kerja, tetapi juga memberi kesempatan untuk berkontribusi dalam kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Ke depan, penguatan kapasitas guru mengaji diharapkan dapat terus dilakukan melalui pembinaan dan pelatihan berkelanjutan. Upaya tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan Al-Qur’an sekaligus mewujudkan generasi Makassar yang dekat dengan nilai-nilai Al-Qur’an.
Citizen Journalist: Maryam Muchsinin, Mahasiswa Prodi Hukum Keluarga (Ahwal Syakhshiyah), Fakultas Agama Islam

