Road to ICOMFEST 5, Himaprodi KPI Unismuh Gelar Bazar dan Bedah Buku “Sosiologi Dakwah”

LENTERA.PRESS, MAKASSAR — Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Muhammadiyah Makassar menggelar kegiatan Bazar Road to ICOMFEST 5 dengan agenda Bedah Buku “Sosiologi Dakwah”, Rabu, 30 September 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Etika Studio tersebut menghadirkan Dr. Ramli, S.Sos.I., M.Sos.I. selaku penulis sekaligus pemateri dan Imran, S.Sos. sebagai panelis. Kegiatan dimulai pukul 19.00 WITA hingga selesai.

Bedah buku ini menjadi ruang akademik bagi mahasiswa dan peserta untuk mendiskusikan hubungan antara dakwah dan dinamika sosial masyarakat. Perspektif sosiologi dalam dakwah dinilai penting karena aktivitas dakwah tidak berlangsung dalam ruang kosong, melainkan berhadapan langsung dengan masyarakat yang terus mengalami perubahan.

Sebagai panelis, Imran, S.Sos. memberikan perspektif mengenai pentingnya kemampuan membaca realitas sosial dalam aktivitas dakwah.

Menurutnya, dakwah tidak cukup hanya berbicara mengenai bagaimana pesan Islam disampaikan, tetapi juga harus mampu memahami kondisi masyarakat sebagai sasaran dakwah.

“Dakwah hari ini tidak cukup hanya berbicara tentang bagaimana menyampaikan ajaran Islam, tetapi juga bagaimana memahami kondisi sosial masyarakat yang menjadi objek dakwah. Masyarakat berubah, karakter generasi berubah, teknologi berubah, maka pendekatan dakwah juga harus mampu membaca perubahan tersebut,” ujar Imran dalam diskusi.

Ia juga menekankan bahwa dakwah idealnya tidak berhenti pada penyampaian pesan keagamaan, tetapi mampu memberikan kontribusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Dakwah yang kuat bukan hanya terdengar di mimbar, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat dan solusi di tengah masyarakat,” tambahnya.

Diskusi tersebut juga menyoroti tantangan dakwah di era digital, khususnya dalam menghadapi generasi muda yang semakin dekat dengan media sosial dan berbagai bentuk komunikasi digital.

Imran mendorong generasi muda untuk menjadikan ruang digital sebagai salah satu ruang dakwah sekaligus ruang intelektual.

“Prinsip dakwah tetap harus dijaga, tetapi cara menghadirkannya harus mampu menjawab realitas zaman. Karena itu, seorang dai tidak hanya membutuhkan pemahaman keagamaan, tetapi juga kemampuan membaca masyarakat, komunikasi, dan perkembangan zaman,” jelasnya.

Sementara itu, kegiatan Bazar Road to ICOMFEST 5 menjadi bagian dari rangkaian menuju pelaksanaan ICOMFEST 5 yang diselenggarakan oleh Himaprodi KPI Unismuh. Agenda bedah buku diharapkan dapat menjadi ruang bertemunya gagasan, literasi, dan refleksi mengenai perkembangan dakwah di tengah perubahan sosial.

Kegiatan ditutup dengan diskusi dan dialog bersama peserta sebagai bagian dari upaya membangun budaya literasi dan tradisi intelektual di kalangan mahasiswa.

Narahubung/Informasi:
Himaprodi KPI Unismuh, Road to ICOMFEST 5

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *