LENTERA.PRESS, PANGKEP – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja unggulan “Identifikasi Titik Bor Menggunakan Metode Geolistrik” di Kelurahan Bori Appaka, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, pada 13 Juli 2026.
Program ini merupakan salah satu inovasi yang dihadirkan mahasiswa KKN sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam penyediaan informasi ilmiah mengenai potensi air tanah. Hasil survei diharapkan dapat menjadi dasar dalam menentukan lokasi pengeboran sumur bor yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan survei lapangan untuk menentukan lintasan pengukuran berdasarkan kondisi wilayah serta kebutuhan masyarakat. Selanjutnya, tim KKN bersama pendamping teknis melakukan pengambilan data menggunakan metode geolistrik resistivitas dengan memasang elektroda pada lintasan yang telah ditentukan.
Data hasil pengukuran kemudian diolah dan diinterpretasikan untuk menghasilkan model resistivitas bawah permukaan satu dimensi (1D). Model tersebut digunakan untuk mengidentifikasi karakteristik lapisan batuan, ketebalan setiap lapisan, serta zona yang berpotensi menjadi akuifer atau lapisan pembawa air tanah.
Koordinator Kelurahan KKN Bori Appaka, Ahmad Rifaldi, menjelaskan bahwa program ini merupakan salah satu program unggulan yang dirancang untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Survei dilakukan pada dua titik, yakni di kawasan persawahan RW 3 dan RW 1 Kelurahan Bori Appaka.
“Program identifikasi titik bor menggunakan metode geolistrik merupakan salah satu program kerja unggulan kami yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Kami berharap luaran program ini tidak berhenti sebagai hasil survei semata, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pengembangan sarana air bersih di Kelurahan Bori Appaka,” ujar Ahmad Rifaldi.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN didampingi oleh Budi Sampurno Rekso bersama rekannya, alumni Program Studi Teknik Pengairan Universitas Brawijaya. Kegiatan ini juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat yang turut membantu selama proses survei di lapangan.
Melalui program unggulan ini, mahasiswa KKN Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan solusi inovatif yang berbasis pada kebutuhan masyarakat. Sinergi antara mahasiswa, pemerintah kelurahan, tenaga teknis, dan masyarakat diharapkan mampu menghasilkan program yang tidak hanya bermanfaat selama masa KKN berlangsung, tetapi juga dapat menjadi referensi dalam pengembangan infrastruktur air bersih secara berkelanjutan di Kelurahan Bori Appaka, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan.

