LENTERA.PRESS, BAUBAU – Persatuan Mahasiswa Wacuata (PMW) Baubau Mengelar Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK), di sanggar belajar kota Baubau pada tanggal 9 -11 Oktober, organisasi yang seumuran jagung di kota Baubau ini sudah memiliki kader yang militan dan kokoh yang siap diasa menjadi tunas-tunas muda kebanggaan Batuatas di kota Baubau bahkan Indonesia. upaya strategis ini semata-mata memperkuat fondasi organisasi. Kegiatan ini juga dinilai bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan manifestasi nyata dari aktualisasi tonggak kepemimpinan.
Ketua Umum Risaldin dalam sambutannya sambutannya menegaskan, LDK menjadi fondasi awal bagi organisasi agar memiliki arah gerak yang kokoh, terstruktur, dan tidak mudah goyah oleh tantangan zaman. Tanpa proses kaderisasi yang terarah, organisasi dinilai akan kehilangan kompas dan jati diri.
Di tengah arus perubahan yang begitu cepat, LDK hadir sebagai jawaban atas kebutuhan akan regenerasi. Organisasi membutuhkan motor penggerak baru dari kalangan tunas muda yang memiliki ketahanan mental dan kecerdasan emosional yang matang.
“Di tengah disrupsi dan perubahan zaman, kita butuh gerakan baru yang di pelopori oleh anak-anak muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga kuat secara mental dan emosional. LDK inilah kawah candradimuka.
Selain itu, LDK juga dimaknai sebagai upaya menjaga keberlanjutan kaderisasi sebagai salah satu dari nilai kebanggaan daerah atau yang dikenal dengan istilah Wacuata . Nilai-nilai luhur dari Kecamatan Batuatas yang selama ini menjadi pegangan akan terus tumbuh di tangan Persatuan Mahasiswa Wacuata (PMW) Baubau, menjaga tali silaturahmi, sifat gotong royong. organisasi ini harus terus dihidupkan dan tidak boleh terputus di tengah jalan, bahkan organisasi ini harus tumbuh, berkarya bersama seluruh masyarakat wacuata.
Visi- misi PMW tidak hanya menjadi tulisan di atas kertas AD/ART. Ia harus hidup, diwariskan, dan dijaga oleh generasi baru melalui proses tempaan seperti ini.
Pesan senior Hidupkan organisasi, bila jadwal organisasi dan akademisi bersamaan,
Maka dahulukan organisasi dan dan utamakan kuliah
Adapun tujuan besar yang ingin dicapai melalui LDK kali ini terangkum dalam tiga poin utama. Pertama, menempa tunas muda menjadi karakter baja yang disiplin, bertanggung jawab, dan berintegritas tanpa batas. Kedua, melahirkan pemimpin yang mampu membawa cahaya dan solusi, menjadi problem solver yang membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar. Dan ketiga, membangun kekompakan serta solidaritas kolektif yang menyatukan berbagai ego menjadi satu ikatan kekeluargaan yang tangguh.
Dalam amanatnya yang penuh haru, Ketua Umum berpesan kepada seluruh peserta agar tidak menyerah dalam proses penempaan.
“Kalian adalah tunas-tunas muda yang hari ini sengaja dibawa ke sini untuk ditempa. Proses menempa itu pasti terasa panas, melelahkan, dan menguras air mata. Namun ingatlah, tidak ada pedang yang tajam tanpa dibakar dan dipukul berkali-kali. Kita berada di sini bukan untuk dihancurkan, melainkan dibentuk menjadi pemimpin-pemimpin hebat yang akan menjaga kehormatan organisasi kita,” tuturnya.
Ia juga menekankan esensi kepemimpinan yang sesungguhnya.
“Aktualisasi dari tonggak kepemimpinan yang sesungguhnya bukan terletak pada seberapa besar kekuasaan yang kalian miliki nanti. Esensi kepemimpinan adalah kerelaan untuk menjadi tiang penyangga bagi anggota kalian saat mereka goyah, menjadi telinga yang tulus mendengar, dan menjadi tangan pertama yang merangkul mereka saat terjatuh. Pimpinlah dengan hati dan keteladanan.”
Menutup sambutannya, Ketua Umum berharap seluruh peserta LDK dapat bertransformasi menjadi pribadi yang lebih kuat.
“Saya berharap, setelah menuntaskan LDK dengan tema besar ini, kalian tidak lagi menjadi tunas yang rapuh. Jadilah pohon yang berakar kuat pada prinsip, berbatang kokoh pada aturan, dan berbuah kemaslahatan yang membanggakan bagi seluruh elemen.”
Kegiatan LDK ini diharapkan mampu melahirkan generasi pemimpin baru yang siap membawa organisasi menuju arah yang lebih maju dan bermartabat.

