LENTERA.PRESS, MAKASSAR – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Makassar menggelar kegiatan bakti sosial di RT 03 RW 01, Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Jumat (9/10/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program RT Binaan melalui Bidang Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (SPM) sebagai wujud nyata pengabdian mahasiswa dalam mendorong pemberdayaan masyarakat, memperkuat ketahanan pangan, dan meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan warga.
Dalam kegiatan tersebut, kader PC IMM Kota Makassar bersama masyarakat melaksanakan kerja bakti untuk mempersiapkan pembangunan kawasan urban farming atau pertanian perkotaan. Kawasan ini direncanakan menjadi ruang produktif yang mengintegrasikan budidaya tanaman pangan, ikan lele, dan ayam petelur guna mengoptimalkan pemanfaatan lahan serta mendukung kemandirian pangan masyarakat.
Selain kerja bakti, PC IMM Kota Makassar juga menghadirkan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis yang diikuti sekitar 40 warga. Tidak hanya itu, panitia turut melakukan pendataan calon peserta program sunat gratis dengan kuota lima orang anak pada gelombang pertama sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga yang membutuhkan.
Ketua Umum PC IMM Kota Makassar, Firman Karim, menyampaikan bahwa program RT Binaan merupakan upaya IMM untuk menerjemahkan semangat pengabdian mahasiswa menjadi tindakan nyata yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Menurutnya, pengembangan urban farming merupakan salah satu bentuk tindak lanjut atas arahan dan harapan Wali Kota Makassar agar organisasi mahasiswa turut mengambil peran dalam mendukung pemberdayaan masyarakat di tingkat lingkungan.
“Bagi kami, mahasiswa tidak cukup hanya menyampaikan gagasan, tetapi harus hadir dan bekerja bersama masyarakat. Melalui program RT Binaan ini, kami ingin mendorong terciptanya lingkungan yang lebih produktif, sehat, dan mandiri. Kami berharap program ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi terus berkembang melalui keterlibatan kader dan masyarakat,” ujar Firman.
Ketua Bidang Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat PC IMM Kota Makassar, Jusdi, menjelaskan bahwa urban farming dirancang sebagai salah satu program unggulan dalam pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan. Tanaman seperti kangkung, sawi, cabai, dan tomat direncanakan untuk dibudidayakan bersama pengembangan kolam ikan lele dan pemeliharaan ayam petelur.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh pembangunan sarana, tetapi juga oleh partisipasi warga dalam proses pengelolaan dan perawatan secara berkelanjutan.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam mengembangkan program ini. Urban farming diharapkan menjadi sarana pembelajaran, penguatan ketahanan pangan, sekaligus membuka peluang kegiatan ekonomi produktif dalam skala komunitas,” jelas Jusdi.
Kehadiran PC IMM Kota Makassar mendapat sambutan positif dari Ketua RW 01 dan Ketua RT 03 Kelurahan Mangasa. Mereka menilai keterlibatan mahasiswa menjadi dukungan penting dalam merealisasikan program urban farming di lingkungan permukiman yang membutuhkan partisipasi, tenaga, dan kerja sama berbagai pihak.
Pemerintah di tingkat lingkungan berharap kolaborasi tersebut dapat terus berlanjut sehingga kawasan urban farming yang sedang dirintis dapat dikelola secara optimal dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Di bidang kesehatan, pemeriksaan gratis yang diikuti sekitar 40 warga menjadi bentuk kepedulian PC IMM Kota Makassar dalam mendekatkan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan secara berkala sesuai kebutuhan.
Sementara itu, persiapan program sunat gratis dengan kuota lima peserta pada gelombang pertama menjadi langkah lanjutan untuk membantu keluarga yang membutuhkan. Pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kesiapan tenaga medis, fasilitas, serta persyaratan kesehatan dan persetujuan orang tua atau wali peserta.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, PC IMM Kota Makassar berupaya menjadikan program RT Binaan sebagai gerakan pengabdian yang berkelanjutan, dengan menghubungkan peran mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah setempat dalam menjawab kebutuhan sosial di tingkat lingkungan.
Firman Karim menegaskan bahwa keberlanjutan program membutuhkan komitmen bersama agar setiap kegiatan yang dirintis dapat terus berkembang dan memberikan dampak nyata.
“Kami berharap RT Binaan ini menjadi awal dari kerja bersama yang lebih luas. IMM siap berkontribusi sesuai kapasitas organisasi, sementara partisipasi masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program. Kami ingin pengabdian ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga,” tegasnya.
Melalui program RT Binaan di Kelurahan Mangasa, PC IMM Kota Makassar menegaskan komitmennya untuk menghadirkan gerakan mahasiswa yang tidak hanya aktif dalam ruang intelektual dan organisasi, tetapi juga terlibat langsung dalam pemberdayaan masyarakat. Pengembangan urban farming, pelayanan kesehatan gratis, dan persiapan sunat gratis menjadi langkah konkret dalam membangun lingkungan yang produktif, sehat, dan berdaya melalui semangat gotong royong.

